Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Minut Tewas di Kamboja

BP3MI : Hati-hati, Kamboja Bukan Negara Penempatan Pekerja Migran Indonesia 

Tidak sedikit warga Sulawesi Utara yang jadi korban penipuan dengan iming-iming bekerja gaji tinggi ke Kamboja. 

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Handhika Dawangi
Kolase/Tribun Manado/Fernando Lumowa
Kepala BP3MI Sulawesi Utara, Hendra Makalalag 

MANADO, TRIBUN - Balai Perlindungan Pelayanan Pekerja Migran (BP3MI) kembali mengimbau masyarakat agar berhati-hati ketika menerima tawaran kerja ke Kamboja

Hendra Makalalag, Kepala BP3MI Sulawesi Utara mengatakan, Kamboja bukan negara tujuan penempatan pekerja migran

"Tidak ada kerja sama. Karena itu hati-hati," kata Hendra Makalalag, Jumat (3/1/2025). 

Katanya, tidak sedikit warga Sulawesi Utara yang jadi korban penipuan dengan iming-iming bekerja gaji tinggi ke Kamboja

"Ternyata di sana dipekerjakan di judi online dan online scammer (penipuan online)," katanya lagi.

Kata Hendra, berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, warga Sulawesi Utara yang bekerja di Kamboja lumayan banyak.

"Kedua terbanyak setelah Sumatera Utara," katanya lagi. 

Baca juga: BP3MI Sulawesi Utara Upayakan Pemulangan Jenazah Marco Tirayoh dari Kamboja

Hati-hati Terima Info Loker Luar Negeri dengan Gaji Besar 

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Christina Aryani di Poltekkes Manado, Jumat (20/12/2024).
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Christina Aryani di Poltekkes Manado, Jumat (20/12/2024). (Tribun Manado/Fernando Lumowa)

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran (P2MI), Christina Aryani mengingatkan masyarakat berhati-hati ketika menerima informasi lowongan kerja di luar negeri. 

Khususnya oleh sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang bergerak di bidang judi dan penipuan online. 

"Ini sudah lama, lima tahun terakhir sangat masif, banyak yang tergiur dengan iklan di medsos, gaji tinggi, bonus, fasilitas tapi ujung-ujungnya penipuan," ujar Christina kepada ratusan mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Manado, Jumat (20/12/2024). 

Wamen membeberkan modus sindikat. Biasanya pelaku menyebar info loker di media sosial mencari marketing, admin, CS dengan gaji 1000 dollar. 

Selain itu, fasilitas lengkap, mulai dari tiket bahkan diberi panjar gaji. "Sehingga banyak yang berangkat dan terjerat," kata Christina. 

Sebagian besar pekerja itu terjebak di Thailand, Kamboja, Myanmar, Laos dan Filipina. Mereka dipekerjakan sebagai admin judi online dan scammer (penipuan online) dengan target tertentu. 

"Singapura dan Bangkok itu cuma transit. Setelah dari situ biasanya dibawa ke negara lain," katanya lagi 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved