Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Wartawan

Bung Karno dan Calvin

Buku Pesulap Merah dari Pasifik Olly Dondokambey diluncurkan. Berlangsung di Hotel Lume'os, Jakarta, Senin (14/10/2024), peluncurannya begitu meriah.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saat hadir dalam peluncuran buku Pesulap Merah dari Pasifik Olly Dondokambey, di Hotel Lume'os, Jakarta, Senin (14/10/2024) 

Puji Tuhan. Akhirnya buku Pesulap Merah dari Pasifik Olly Dondokambey diluncurkan. Berlangsung di Hotel Lume'os, Jakarta, Senin (14/10/2024), peluncurannya begitu meriah.

Dan megah. Hadir para tokoh nasional dan Sulut. Semua penjabat kepala daerah se - Sulut hadir.

Media Jakarta pun memberi atensi. Mereka rela antre berjam - jam menanti Olly yang rapat usai peluncuran tersebut demi beroleh sepatah kata darinya tentang buku itu. 

Dan Olly tampak semringah. Ia beberapa kali tersenyum saat menyaksikan video dokumentar yang menggambarkan isi buku tersebut.

Menyusun buku ini terbilang sulit. Sulitnya bagaimana merekam kiprah Olly yang besar dalam ruang yang sempit, hanya diberi waktu beberapa pekan saja.

Dalam tantangan ini, saya teringat buku favorit saya di waktu masa kuliah. Judulnya puncak - puncak kisah tiga negara.

Ini cerita tentang tiga pahlawan Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei yang melawan durna Chao Chao untuk mengembalikan kejayaan Dinasti Han.

Kisah tiga negara atau Sam Kok sangat panjang. Versi aslinya dicatat dalam empat buku tebal.

Buku puncak puncak kisah tiga negara merupakan ikhtiar untuk mempersingkat isinya dengan tetap menjaga keberlangsungan cerita. Maka lahirlah puncak-puncak.

Puncak-puncak adalah kisah penting dalam cerita Sam Kok disertai sedikit analisis dari pengarangnya. 

Begitu pun dengan buku Pesulap Merah. Yang ditampilkan adalah puncak-puncak dari karya Olly Dondokambey dengan penekanan pada elemen ajaibnya yang menembus kemustahilan.

Dalam buku ini, dengan tak terduga saya ketemu dengan dua sisi Olly Dondokambey.

Pertama Olly adalah seorang pengagum Bung Karno. Keseluruhan gerak Olly mengarah pada politik, ekonomi dan budaya. Itulah Tri Tunggal Bung Karno.

Cinta pada kaum Marhaen membuat Olly menggagas proyek besar di Sulut demi rakyat kecil.

Ucapan Bung Karno bahwa Tuhan bersemayam di gubuk kaum miskin terbaca dalam ODSK yakni program anti kemiskinan ala Olly.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved