Kesehatan
Penjelasan Dokter Terkait Hubungan Kerusakan Otak dan Operasi Caesar
Ia menganggap ada kelalaian dokter. Sejak saat itu, V hanya bisa duduk di kursi roda dan menggunakan alat bantu pernapasan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang ibu di Bogor, Jawa Barat, harus mengalami nasib tragis.
Perempuan berinisial V (39) ini mengalami kerusakan otak pascaoperasi caesar di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi pada Desember 2021.
Meski sudah lama, suami V, Rintho, tengah melaporkan kasus tersebut.
Ia menganggap ada kelalaian dokter.
Sejak saat itu, V hanya bisa duduk di kursi roda dan menggunakan alat bantu pernapasan.
Lantas, seberapa besar kemungkinan operasi Caesar berisiko membuat pasien mengalami kerusakan otak?
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG, MSc mengatakan bahwa tindakan Caesar merupakan tindakan umum yang dilakukan dan memiliki efek samping yang minim.
“Operasi Caesar merupakan operasi nomor dua terbanyak di dunia setelah operasi usus buntu. Risikonya relatif minimal, mengapa? Karena tindakan Caesar dilakukan kepada orang sehat. Berbeda dengan operasi usus buntu yang dilakukan kepada pasien yang memiliki riwayat ada gangguan kesehatan,” ujar dr. Ivander saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (21/6/2024).
Terkait kerusakan otak yang dialami ibu V, dr. Ivander menuturkan ada banyak faktor yang harus didalami dan perlu investigasi lebih lanjut dalam kasus tersebut.
Baca juga: Sekda Minahasa Lynda Watania Ikut Rapat Evaluasi Capaian Intervensi Stunting Bersama Kemenko PMK RI
Baca juga: Sempat Naik, Akhirnya Harga Daging Babi Turun di Pasar Bersehati Manado Sulawesi Utara
Sebelum menjalani tindakan Caesar, ibu dan bayi pastinya akan dipersiapkan seoptimal mungkin, termasuk juga edukasi untuk pasien dan keluarga.
“Tapi yang bisa dicermati dan dicurigai kerusakan otak pada kondisi ini kemungkinan karena ada kejadian pendarahan yang mengakibatkan syok. Tubuh manusia bila kekurangan darah akan kekurangan oksigen. Sangat besar kemungkinan kerusakan otak berhubungan dengan kekurangan oksigen akibat pendarahan itu. Namun tentunya harus dinvestigasi lanjutan,” ungkap dokter yang berpraktik di RSIA Bunda Jakarta ini.
Secara umum risiko yang sering dialami ibu pascaoperasi caesar berupa rasa nyeri, pendarahan, infeksi yang terjadi pada kasus-kasus tertentu terutama persalinan lama atau persalinan darurat.
“Infeksi pada ibu juga bisa menyebar dan meningkatkan risiko infeksi yang menyebar ke otak sehingga bisa menimbulkan kerusakan pada otak,” kata dia.
Kemudian risiko tak hanya terjadi pada ibu, bayi juga bisa terdampak.

Misalkan, pada kasus bayi yang dalam proses melahirkan lama dan kekurangan oksigen sehingga bayi yang dilahirkan tidak optimal.
“Operasi Caesar memang memiliki risiko dengan persentase komplikasi yang kecil. Risikonya terukur dan sudah dimitigasi sejak kontrol kehamilan. Artinya bisa diantisipasi. Meski demikian tidak bisa menghilangkan 100 persen risikonya. Ada saja faktor-faktor yang bisa menyebabkan risiko tersebut terutama karena dokter bukan Tuhan," pesan dr Ivander.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mungkinkah Setelah Operasi Caesar Berisiko Alami Kerusakan Otak? Berikut Penjelasan Dokter.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Daftar Khasiat Air Kelapa Muda Bagi Tubuh, Tetap Perlu Dibatasi |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Tujuan Presiden Prabowo Akan Buka 148 Prodi di 57 Fakultas Kedokteran |
![]() |
---|
Daftar Cara Menurunkan Hipertensi, Mudah dan Alami |
![]() |
---|
Daftar Manfaat Susu Kambing dalam Fase Kehidupan Manusia |
![]() |
---|
Daftar 10 Manfaat Jambu Kristal, Kontrol Gula Darah hingga Perlambat Penuaan Dini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.