OPINI
AICIS: Ikhtiar Akademik dan Alternatif Mengatasi Krisis Kemanusiaan
AICIS adalah konferensi tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama. Kali ini pelaksanaannya yang ke-23
Oleh: Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I
Rektor IAIN Manado
Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) kali ini mengangkat tema Redefining the Roles of Religion in Adressing Human Crisis.
Isu ini menjadi penting di tengah gejolak krisis kemanusiaan akibat dari konflik antarnegara, perang semakin meluas yang berdampak kelaparan ekstrem dan kemiskinan.
AICIS adalah konferensi tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama. Kali ini pelaksanaannya yang ke-23.
Dalam sebuah laporan dari Kantor PBB untuk urusan kemanusiaan menyebutkan, 235 juta orang di dunia terdampak krisis kemanusiaan (Data Kompas, 2021).
Selain karena perang, perubahan iklim yang cukup ekstrem dan efek pascapandemi begitu terasa menghantam sendi-sendi kehidupan warga dunia.
Dari sekian banyaknya yang terdampak, mereka orang-orang yang datang dari negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim.
Baca juga: Berikut 4 Nama Guru Besar IAIN Manado yang Baru Dikukuhkan
Indonesia sendiri kewalahan mengatasi pengungsi Rohingnya yang terus menerus bergelombang datang melalui perairan Sumatera khsususnya Aceh.
Hingga hari ini belum ada kebijakan solutif yang bisa mengatasi atau menyelesaikan persoalan tersebut.
Bahkan terakhir muncul penolakan dari warga lokal hingga terjadi pengusiran secara paksa.
Di sisi lain krisis kemanusiaan seperti kemiskinan, kerusakan lingkungan, wabah, pelanggaran HAM, kelaparan ekstrem yang melanda negara-negara Muslim justru berbanding terbalik dengan kuatnya praktik-praktik religiusitas.
Masjid-masjid selalu ramai, umat Muslim begitu antusias dalam beribadah, bahkan saat pandemi ditengah gencarnya pemerintah melarang sholat berjamaah di masjid karena berpotensi terjangkit virus covid 19, sebagian umat muslim tetap tidak menghiraukan.
Tak sedikit yang mengabaikan prosedur kesehatan dengan dalih penyakit datangnya dari Tuhan, hidup dan mati ada ditangan Tuhan.
Fenomena ini menandakan intensitas ibadah-ibadah ritual tersebut tidak berdampak secara sosial. Sebaliknya justru membawa efek buruk.
Praktik religiusitas yang lain misalnya di dalam Islam yakni sedekah yang bertujuan menyelesaikan ketimpangan ekonomi melalui pendistribusian harta kepada kelompok-kelompok rentan secara finansial (kaum dhuafa), tidak begitu membawa dampak secara langsung pada tingkat kesejahteraan umat muslim itu sendiri.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.