Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung Sulawesi Utara

Calon Penumpang KM Labobar dari Minsel Gagal Berangkat di Pelabuhan Bitung, Barang Terbawa Kapal

Tiga orang calon penumpang KM Labobar, yang tak berangkat gegara tidak dapat tiket

Tayang:
Tribun Manado/Christian Wayongkere
Protes, sejumlah penumpang Km Labobar yang tak berangkat karena tak ada tiket sementara barang mereka sudah diatas kapal dan telah berangkat lakukan protes ke oknum yang mengaku bisa siapkan tiket. 

BITUNG,TRIBUNMANADO.CO.ID - Tiga orang calon penumpang KM Labobar, yang tak berangkat gegara tidak dapat tiket sementara barang mereka sudah berangkat dengan kapal, Sabtu (13/1/2034) malam.

Peristiwa itu dialami tiga warga Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara (Sulut) saat hendak berangkat ke Merauke.

Padahal mereka sudah menyetorkan uang, dengan jumlah lebih dari harga tiket normal.

Baca juga: Belasan Calon Penumpang KM Labobar di Bitung Tak Diizinkan Naik, Ini Penyebabnya

Mirisnya lagi, ketiga membawa serta anak yang masih kecil untuk berangkat.

"Torang pe barang (barang kami), ade pe dot so (dot milik anak sudah) di atas kapal. Padahal torang so bayar beli tiket pa dia (padahal kami sudah belikan tiket untuk dia)," kata satu di antara tiga orang calon penumpang ke seorang buruh bagasi yang memakai topi dan baju warna orange di Dermaga Pelabuhan Samudera Bitung, Sabtu malam kemarin.

Sambil menggendong anak yang masih kecil dan ada yang masi Batita, mereka terus mengeluhkan barang yang sudah pergi dengan KM Labobar.

Sementara mereka tidak berangkat.

"Ada dot bayi, baju-baju bayi dan banyak lagi barangnya," tambah mereka.

Menurut mereka, tiket dibeli melalui seorang buruh bagasi dengan harga mahal bukan harga normal ke oknum di luar PT Pelni yang mengaku bisa sediakan tiket.

"Kami bayar satu orang Rp850 ribu. Kalau saya bersama dua orang anak," kata seorang calon penumpang.

Mereka sempat berargumen dengan seorang buruh bagasi terkait apa yang mereka alami.

Tiket tidak ada, barang sudah dinaikkan ke atas kapal dan telah berangkat.

Dan berargumen, datang seorang pria yang diduga oknum aparat keamanan yang bertugas jaga di pelabuhan Samudera Bitung. 

Ia langsung memotong pembicaraan antara calon penumpang dan buruh bagasi.

"Tetap mo kase pulang (tetap akan dikembalikan), tadi kan kami menyuruh tunggu di depan ruang informasi. Dari pada tunggu di luar," kata pria itu.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved