Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Pelican Crossing di Jalan Pierre Tendean Manado Sudah Lama Tak Berfungsi, Warga Minta Diperbaiki

Jika lampu merah menyala, pengendara harus berhenti sejenak untuk memprioritaskan pejalan kaki yang hendak menyeberang.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Isvara Savitri
Suasana di depan pelican crossing Jalan Pierre Tendean, Sario, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (11/1/2024) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pedesterian light controlled crossing atau pelican crossing merupakan fasilitas berupa lampu lalu lintas, zebra cross, dan pengeras suara di jalan raya.

Fasilitas tersebut berguna untuk membantu pejalan kaki menyeberang jalan.

Cara kerjanya, pejalan kaki yang hendak menyeberang harus menekan tombol untuk membuat lampu lalu lintas berwarna merah menyala selama beberapa saat.

Baca juga: Zebra Cross di Sejumlah Titik Jalan Pierre Tendean Manado Pudar, Warga Minta Dicat Kembali

Jika lampu merah menyala, pengendara harus berhenti sejenak untuk memprioritaskan pejalan kaki yang hendak menyeberang.

Kota Manado, Sulawesi Utara memiliki satu pelican crossing yang terletak di Jalan Pierre Tendean, tepatnya di depan Manado Town Square (Mantos).

Sayangnya, fasilitas tersebut sudah lama tak berfungsi.

Saking lamanya, bahkan ada warga Kota Manado yang tak tahu keberadaan pelican crossing tersebut.

"Tidak tahu kalau ini harusnya bisa bantu menyeberang jalan. Saya kira cuma lampu lalu lintas biasa," ucap seorang pejalan kaki bernama Nancy, Kamis (11/1/12024).

Warga sekitar bernama Eby, membenarkan bahwa pelican cross tersebut sudah lama tidak berfungsi.

"Kalau tidak salah ingat sekitar tahun 2016 sudah tidak berfungsi," katanya.

Ia menyayangkan hal tersebut lantaran pelican crossing sangat membantu pejalan kaki.

Eby memiliki pendapat sendiri terkait pelican crossing yang sudah tidak difungsikan.

"Soalnya mungkin banyak orang yang tidak mengerti juga fungsinya. Banyak yang mengira itu lampu biasa. Kalau mau nyeberang, nyeberang saja. Jadi ya sudah, ketika rusak tidak diperbaiki karena tidak digunakan juga," terangnya sambil tertawa.

Ia berharap fasilitas tersebut diperbaiki karena sangat membantu pejalan kaki.

"Ditambah lagi sekarang zebra crossnya sudah tidak ada. Catnya hilang," tambah Eby.

Padahal, pelican crossing memberi hak prioritas bagi pejalan kaki yang hendak menyeberang.

Selain itu, pelican crossing juga bisa menekan potensi kecelakaan lalu lintas.(*)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved