Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Willy Kumurur

Sepak Bola, Politik dan Seni

Pentas sepak bola adalah tempat yang luas untuk sportivitas yang sejati atau hanya imajinasi.

handover
dr Willy Kumurur 

Namun lain di mata Socrates, pemain top Brasil tahun 1980-an.

“Sepakbola bukanlah kompetisi, konfrontasi, perang antara dua kutub yang berlawanan, namun sebentuk seni yang hebat,” ujar Socrates, dokter ortopedi yang menjadi kapten dan gelandang elegan Brasil di Piala Dunia 1982 di Spanyol.

Mengikuti jejak pelukis pasca impresionis Belanda, Vincent van Gogh, Sócrates menikmati karya seninya dan menari melintasi lapangan yang tak terhitung jumlahnya hingga mendapat pengakuan dunia.

Ia dikenal karena kekuatan fisiknya dan kemampuannya menggunakan kedua kakinya secara efektif.

Sócrates menembakkan bola-bola panjang dengan presisi yang subtil, menembus pertahanan dengan umpan-umpan penetrasi yang tidak dapat dilihat orang lain, dan memukau pemain bertahan lawan dengan ciri khasnya yaitu umpan-umpan backheel 'tanpa melihat'.

Hari-hari ini, berita dan debat politik berhamburan dan membanjiri layar televisi, layar telepon selular dan media cetak.

Kehadiran tayangan laga Piala Dunia U17 yang digelar di negeri tercinta ini adalah alternatif menyejukkan di tengah kejenuhan menyaksikan debat dan ujaran saling merendahkan dari pihak-pihak yang bersaing di kancah politik nasional.

Sejatinya sepakbola adalah olahraga. Pentas sepak bola adalah tempat yang luas untuk sportivitas yang sejati atau hanya imajinasi.

Juga tempat untuk mencairkan kebekuan pepohonan yang indah; sebuah tempat di mana orang-orang seolah telah berjumpa ribuan tahun, karena jiwa dan spirit olahraga dari zaman Zeus terus hadir.

Demikian ujar John Harms dalam artikelnya The Olympic Mind Games.

Spirit itu, semoga menulari jutaan penonton televisi, karena sport hanya akan punya arti jika harkat dan martabat manusia dijunjung tinggi.****

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Musafir Jurnalis

 

Otak Dangkal di Lautan Digital

 

Paskah dan Jeruji Besi

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved