Mata Lokal Memilih
Saiful Mujani: Mahfud MD Lebih Disukai Generasi Milenial dan Z, Bersaing dengan Gibran
Ketika dipasangkan, elektabilitas Prabowo-Gibran tidak lebih baik dari elektabilitas Prabowo secara individual. Hal yang sama terjadi pada Ganjar.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Isvara Savitri
"Namun, dibandingkan dengan Prabowo yang sudah mencapai 96 persen, kedikenalan Gibran jauh di bawah," katanya.
Karena itu menurut Saiful, Gibran tersubordinasi oleh Prabowo dari aspek kedikenalan.
“Kalau dia (Gibran) ingin memberi sumbangan (suara), kedikenalannya minimal harus sama dengan Prabowo agar tidak tersubordinasi,” jelas pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tersebut.
Kedikenalan tiga bacawapres memang mengalami kenaikan dalam tiga bulan terakhir.
Gibran naik dari 61 ke 71 persen, Mahfud naik dari 53 ke 62 persen, dan Muhaimin naik dari 37 ke 50 persen.
Baca juga: Imigrasi Manado Sulawesi Utara Gelar Rakor Tim Pengawasan Orang Asing, Kedepankan Aspek Pengamanan
Baca juga: Lirik Lagu Bercinta Lewat Kata - Donne Maula, Chord Gitar D
Namun, kenaikan ini belum menyentuh angka popularitas yang dimiliki para calon presiden.
Saiful menyebut bahwa syarat awareness minimal untuk calon wakil presiden bisa kompetitif harus masuk ke sekitar 90 persen.
Menurutnya, tingkat awareness saja tidak cukup.
Ia harus diiukuti oleh tingkat kedisukaan atau likeability yang baik.
Kalau hanya dikenal tapi tidak disukai, itu akan menjadi masalah.
Dari survei LSI pada awal Oktober tersebut ditemukan dari yang tahu Gibran, hanya 77 persen yang menyatakan suka, Mahfud 83 persen, dan Muhaimin 65 persen.
Saiful mengemukakan bahwa dilihat dari kualitas awareness, Mahfud MD memiliki kualitas popularitas yang paling baik, disusul Gibran, dan terakhir Muhaimin.
Karena itu menurut dia, berdasarkan kualitas popularitas ini, Mahfud mestinya lebih kompetitif dibanding calon wapres lain.
Mahfud bahkan memiliki kualitas awareness yang lebih baik dari calon presiden.
Pada survei ini, likeability Prabowo hanya 81 persen, Ganjar 78 persen, dan Anies 67 persen.
“Dilihat dari data ini, Mahfud merupakan pasangan atau calon wakil presiden yang ideal karena dia punya nilai lebih dibanding calon wakil yang lain dan bahkan dibanding dengan calon presidennya sendiri,” ungkap guru besar Ilmu Politik UIN Jakarta tersebut.

MK Registrasi 11 Perkara Sengketa Pilkada dari Sulut, Baso Affandi: Hormati Proses Hukum |
![]() |
---|
Ajukan PHPU Pilkada Sulut ke MK, E2L-HJP Pilih Denny Indrayana Jadi Kuasa Hukum |
![]() |
---|
Menakar Ambang Batas Pertarungan Pilkada Sulut di Mahkamah Konstitusi, Catatan Pengamat Hukum |
![]() |
---|
KPU Tomohon Gelar Bimtek dan Simulasi Aplikasi Sirekap untuk PPK dan PPS Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Bawaslu Mitra Sulawesi Utara Minta Media Awasi Tahapan Pilkada, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.