Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Gibran Diterpa Isu Politik Dinasti, Denny JA Sebut Bagian dari Demokrasi, Berikut Sederet Contohnya

Presiden RI, Joko Widodo, pun tak luput dari perhatian. Ia dianggap berusaha membangun politik dinasti.

Editor: Isvara Savitri
(KOMPAS.com/Fika Nurul Ulya)
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tiba di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (21/10/2023) malam. Kedatangannya untuk menghadiri acara Indonesia Memanggil Gibran yang sudah dimulai sejak pukul 19.00 WIB. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini Indonesia tengah diterpa isu politik dinasti.

Isu tersebut semakin kencang setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memperbolehkan seseorang berusia 40 tahun atau pernah menjadi kepala daerah ikut kontestasi pilpres.

Ditambah lagi, dukungan terhadap Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) Prabowo Subianto kian menguat.

Presiden RI, Joko Widodo, pun tak luput dari perhatian.

Ia dianggap berusaha membangun politik dinasti.

Namun, isu tersebut diperkirakan tak bertahan lama.

Hal ini diungkapkan oleh Pendiri Lingkaran Survei Indonesia, Denny JA.

Hal itu disampaikan melalui video yang dibagikannya di di akun Denny JA_World. Video tersebut adalah bagian dari serial Ekspresi Data yang diunggah di Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, serta Youtube Denny JA.

Di mana, ini adalah serial video yang durasinya hanya 3 menit dan berbasis data riset LSI Denny JA untuk aneka isu yang strategis, termasuk Pilpres 2024.

Isu tersebut berkembang seiring dengan berita-berita yang marak, seperti "Gibran Terbang ke Jakarta Jelang Penantuan Cawapres Prabowo" dan "Berkas Pendaftaran Gibran Sebagai Cawapres Prabowo Sudah Siap."

Baca juga: Spesifikasi dan Harga HP Oppo A38 Akhir Oktober 2023, Baru RIlis Awal September

Baca juga: Boy William Akui Masih Berhubungan Baik dengan Karen Vendella: Namanya Jodoh Nggak Ada yang Tahu

“Reaksi terhadap isu ini bervariasi. Sebagian melihatnya sebagai bagian dari pertarungan politik, dimana isu dinasti politik menjadi senjata untuk menyerang Gibran, Prabowo, atau bahkan Jokowi," kaya Denny JA seperti dikutip pada Minggu (22/10/2023).

"Namun, tak bisa dipungkiri bahwa dinasti politik adalah fenomena yang lazim dalam dunia demokrasi,” sambungnya.

Kata Denny JA, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara demokrasi maju di Eropa dan Amerika Serikat, dinasti politik telah menjadi hal yang biasa. 

Bahkan dalam konteks Indonesia, contoh seperti Pinka Haprani yang maju sebagai caleg saat ibunya, Puan Maharani, masih menjabat sebagai ketua DPR RI menunjukkan bahwa fenomena ini diterima sebagai hal yang sah dan tidak melanggar hukum.

“Kita juga bisa mengamati dinasti politik dalam keluarga Bung Karno, yang telah berlangsung hingga empat generasi, mulai dari Bung Karno hingga Pinka Haprani. Contoh serupa dapat ditemukan dalam keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan bahkan di luar negeri, seperti dalam keluarga Kennedy di Amerika Serikat, Bush di Amerika Serikat, atau Nehru di India,” ujarnya.

Jokowi Restui Gibran Jadi Cawapres Prabowo, PDI-P Belum Tentukan Sanksi
Jokowi Restui Gibran Jadi Cawapres Prabowo, PDI-P Belum Tentukan Sanksi (Tribun Manado/Gryfid Joysman)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved