Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Kisah Legenda Tinutuan di Wakeke Manado Sulawesi Utara Dulunya Meja Hanya Satu dan Pengunjung Antre

Ketua PSI Kaesang Pangarep yang datang ke Wakeke, dan dibuat terkagum kagum dengan tinutuan dan pasangannya ikan nike.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Kawasan Wakeke di pusat kota Manado, ibu kota Provinsi Sulut. 

Saat itu di tahun 1980 an, untuk mengisi waktu luang, Syully menjual tinutuan.

Kawasan Wakeke masih perkampungan yang jarang.

Saat membuka usaha tersebut, hanya ada satu meja panjang yang ditaruh di ruang depan.

"Dan usaha itu ternyata laris manis, dulu kantor Gubernur masih di jalan Samrat, PNS banyak makan disini," kata Yenni.

Yenni yang masih duduk di bangku SD  kala itu jadi saksi bagaimana boomingnya rumah makan itu.

Pengunjung musti antri untuk membeli tinutuan.

"Saat itu banyak sekali orang yang makan disini, mereka suka dengan rasa tinutuan ibu saya," katanya.

Keadaan itu bertahan hingga belasan tahun kemudian. Jimmy Rimba Rogi adalah salah satu pelanggan rumah makan itu.

Saat jadi Walikota Manado Imba panggilan akrabnya menata Wakeke menjadi kawasan wisata kuliner Tinutuan.

"Saat itulah bermunculan rumah makan Tinutuan yang lain," katanya. 

Tahun 2010, ia dan suami mengambil alih pengelolaan rumah makan itu. Nama sang ibu diabadikan sebagai nama kios. 

"Nama kios adalah Syully," kata dia.

Eksis puluhan tahun, banyak artis dan politisi yang makan disana.

Foto foto mereka ia pajang di dinding samping kasir.

"Ada Bondan Prakoso, Velove anak OC Kaligis dan lainnya," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved