Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Kisah Legenda Tinutuan di Wakeke Manado Sulawesi Utara Dulunya Meja Hanya Satu dan Pengunjung Antre

Ketua PSI Kaesang Pangarep yang datang ke Wakeke, dan dibuat terkagum kagum dengan tinutuan dan pasangannya ikan nike.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Kawasan Wakeke di pusat kota Manado, ibu kota Provinsi Sulut. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kawasan Wakeke di pusat kota Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, sudah dikenal luas sebagai "ibukota" Tinutuan atau bubur Manado, makanan khas Sulut yang disebut sebut paling sehat se Indonesia.

Di Wakeke, berjejer puluhan tempat makan tinutuan.

Tak hanya warga Manado, kawasan Wakeke sudah beken di Nusantara.

Entah sudah berapa banyak tokoh nasional yang sarapan tinutuan di Wakeke.

Terakhir, Ketua PSI Kaesang Pangarep yang datang ke Wakeke, dan dibuat terkagum kagum dengan tinutuan dan pasangannya ikan nike.

Tak banyak yang tahu, sejarah Wakeke dimulai dari seorang ibu bernama tante Syully.

Kisah Syully dimulai puluhan tahun silam. 

Dia membuka kios tinutuan, booming, lantas berdirilah kawasan wisata tinutuan yang disusul berdirinya puluhan kios lain serta hotel disana.

Tribunmanado berkunjung ke Wakeke, Selasa (17/10/2023) sore. 

Ternyata kios Tinutuan Syully masih eksis. Lokasinya di bagian tengah kawasan Wakeke

Sebuah baliho bertuliskan pelopor rumah makan Tinutuan tertera pada bagian depan kios.

Tribun masuk dan menjumpai Roni serta Yenni. Yenni adalah anak dari sang legenda Tinutuan Syully. Roni adalah suaminya. 

Keduanya tengah beres - beres.

"Maaf sudah tutup pak," kata Roni. 

Permintaan wawancara disambut hangat. Wawancara selama beberapa menit itu seakan membawa tribunmanado ke masa puluhan tahun lalu saat Syully merintis usaha tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved