Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Seruan GMIM

Isi Surat Seruan Pastoral GMIM Tanggapi Demo yang Marak Terjadi di Indonesia: Jadilah Pembawa Damai

GMIM mengeluarkan sejumlah seruan menyikapi aksi demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Frandi Piring
Dok. FB GMIM Gerejaku
SURAT - GMIM mengeluarkan sejumlah seruan dalam berupa surat untuk menyikapi aksi demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia. Surat seruan tersebut ditandatangani Plt Ketua Sinode GMIM Janny Rende dan Sekretaris Evert Tangel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mengeluarkan sejumlah seruan menyikapi aksi demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia.

Diketahui demonstrasi juga direncanakan digelar di Manado pada Senin (1/9/2025).

Seruan tersebut disampaikan lewat surat seruan pastoral bernomor K.1632/PPD.VII/08 - 2025 bertanggal 30 Agustus 2025.

Surat tersebut beredar di medsos.

Surat tersebut ditandatangani Plt Ketua Sinode GMIM Janny Rende dan Sekretaris Evert Tangel.

Isi seruan itu adalah pertama sebagai orang percaya kita diajak untuk menjalani hak berpendapat secara bijak, bermartabat dan dalam bingkai hukum.

Rasul Paulus mengingatkan kita dalam Roma 13 : 1 untuk tunduk kepada pemerintah sebagai hamba Allah bagi kebaikan.

Oleh sebab itu segala bentuk aspirasi hendaknya disampaikan dengan cara cara damai, bukan kekerasan yang melukai sesama maupun lingkungan hidup bersama.

Kedua, Gereja menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, anarkisme dan perusakan bukanlah jalan Kristus.

Firman Tuhan berkata carilah jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya (Mazmur 34 : 15).

Oleh karena itu marilah kita menjadi umat pembawa damai, bukan menambah luka dan perpecahan.

Ketiga, dalam keyakinan sebagai umat Tuhan kita senantiasa berdoa bagi pemerintah, aparat keamanan dan seluruh rakyat Indonesia, agar dalam kebersamaan dan hikmat mampu mengambil keputusan yang bijak demi keadilan, kesejahteraan dan perdamaian bangsa.

Empat dalam situasi bangsa yang penuh tantangan ini marilah kita tampil sebagai pembawa damai, teladan dalam sikap serta sumber penghiburan dan pengharapan bagi sesama.

Janganlah kita terprovokasi oleh narasi yang memecah belah, melainkan berkomitmen membangun persaudaraan sejati di tengah masyarakat.

Dengan penuh kasih, Gereja mengimbau seluruh warga jemaat untuk tetap tenang dan waspada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved