Manado Sulawesi Utara
Dampak ASF, Pemilik Rumah Makan Olahan Daging Babi di Manado Sulawesi Utara Ngaku Sepi Pengunjung
Rumah makan yang menjual olahan daging babi di Manado kini sepi pengunjung. Hal tersebut masih dampak dari ASF.
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Isvara Savitri
Harga babi ikut turun karena banyak masyarakat yang mulai takut membeli daging babi.
Akhirnya, para pedagang menurunkan harga jual dari Rp 65 per kilogram menjadi Rp 60 per kilogram.
Saat ini harganya belum naik masih Rp 50 ribu per kilogram.
Pedagang mengaku menjual harga murah agar laku.
"Sempat coba jual Rp 55 ribu per kilogram tetapi tidak laku, jadi kita terpaksa turunkan harga lagi," ucap Antonio salah satu pedagang babi.
Baca juga: Kunci Jawaban Ujian Semester Mapel Ekonomi Kelas 10 SMA/SMK, Soal Pilihan Ganda dan Essay
Baca juga: Kronologi Denny Sumargo Laporkan Verny Hasan ke Polisi, Sang DJ Minta Tes DNA Lagi
Kata Antonio, keberadaan virus ASF di Sulut menjadi momok yang cukup menaktukan bagi warga.
"Masih banyak warga yang takut makan daging babi dampak ASF ini," ujarnya.
Sebagai pedagang Antonio berharap virus ASF secepatnya bisa hilang agar harga daging bisa kembali normal.(*)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Pembuang Sampah Sembarangan yang Viral di Manado Dihukum Penjara Sebulan dan Denda Rp 10 Juta |
![]() |
---|
Harga Daging Babi di Manado Sulawesi Utara Mulai Turun, Bawa Angin Segar Bagi Warga |
![]() |
---|
Fakultas Hukum Unsrat Manado Masih Jadi Favorit, Sejumlah Mahasiswa Beberkan Alasannya |
![]() |
---|
Sering Dianggap Remeh, Segini Penghasilan Tukang Jahit di Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Kisah Fajar, Penjahit di Calaca Kota Manado, Merajut Hidup di Balik Jarum dan Benang selama 30 Tahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.