Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Dampak ASF, Pemilik Rumah Makan Olahan Daging Babi di Manado Sulawesi Utara Ngaku Sepi Pengunjung

Rumah makan yang menjual olahan daging babi di Manado kini sepi pengunjung. Hal tersebut masih dampak dari ASF.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Ferdi Guhuhuku
Salah satu rumah makan di Bahu, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (23/8/2023). 

Harga babi ikut turun karena banyak masyarakat yang mulai takut membeli daging babi.

Akhirnya, para pedagang menurunkan harga jual dari Rp 65 per kilogram menjadi Rp 60 per kilogram.

Saat ini harganya belum naik masih Rp 50 ribu per kilogram.

Pedagang mengaku menjual harga murah agar laku.

"Sempat coba jual Rp 55 ribu per kilogram tetapi tidak laku, jadi kita terpaksa turunkan harga lagi," ucap Antonio salah satu pedagang babi.

Baca juga: Kunci Jawaban Ujian Semester Mapel Ekonomi Kelas 10 SMA/SMK, Soal Pilihan Ganda dan Essay

Baca juga: Kronologi Denny Sumargo Laporkan Verny Hasan ke Polisi, Sang DJ Minta Tes DNA Lagi

Kata Antonio, keberadaan virus ASF di Sulut menjadi momok yang cukup menaktukan bagi warga.

"Masih banyak warga yang takut makan daging babi dampak ASF ini," ujarnya.

Sebagai pedagang Antonio berharap virus ASF secepatnya bisa hilang agar harga daging bisa kembali normal.(*)

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved