Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pasar Ekstrem Tomohon

Pasar Ekstrem Tomohon Tak Lagi Jual Anjing dan Kucing, Ini Respon Komunitas PMDC Sulawesi Utara

Komunitas PMDC Sulawesi Utara mendukung langkah yang diambil Pemkot Tomohon. Mereka berharap Tomohon bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/HO
Pengurus Komunitas Gerakan Pelindung Anjing dan Kucing (PMDC) Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pasar Beriman Tomohon terkenal dengan sebutan Pasar Ekstrem.

Ini tak lepas dari dagangannya yakni berbagai daging satwa liar, termasuk anjing dan kucing.

Namun, belakangan ini pasar yang berlokasi di Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Sulawesi Utara ini tak lagi menjual daging kedua hewan tersebut.

Hal itu menyusul adanya imbauan Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Rabies dan Instruksi Wali Kota Tomohon Nomor 108/wkt/VI-2023 tentang Peningkatan Pengawasan, Pengendalian, dan Penanggulangan Terhadap Peredaran dan Perdagangan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kota Tomohon.

Komunitas Gerakan Pelindung Anjing dan Kucing atau yang dikenal PMDC Sulawesi Utara pun mendukung langkah Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk. 

"Kami sangat mendukung langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Tomohon sesuai Instruksi Wali," ujar Penasehat PMDC Sulut, Indri Maki, Senin (24/7/2023). 

Baca juga: Chord Gitar Lagu Bubrah - Happy Asmara, Kunci Dasar Mudah Dimainkan

Baca juga: Kontes Layanan Honda, Komitmen DAW Hadirkan Servis Terbaik ke Konsumen

Menurutnya, pasar-pasar yang menjual anjing dan kucing merupakan tindakan kekerasan  terhadap hewan.   

"Kami mendukung karena mengakhiri perlakuan penganiayaan terhadap hewan dan ini bukan hanya terjadi di Pasar Tomohon saja," ujarnya. 

Kata Indri Maki, tindakan yang diambil oleh Pemkot Tomohon sangat tepat karena hal ini juga akan melindungi masyarakat dari penularan rabies. 

Pengurus Komunitas Gerakan Pelindung Anjing dan Kucing atau yang dikenal PMDC Sulawesi Utara.
Pengurus Komunitas Gerakan Pelindung Anjing dan Kucing (PMDC) Sulawesi Utara.

"Karena kita tidak tahu anjing yang dijual sehat atau tidak, jadi bisa juga sudah tertular penyakit. Kalau mau makan itu yang sehat dan higienis meskipun dari dulu orang bilang tradisi tetapi bisa makan ada daging ayam atau babi," ucap Indri Maki.

Dia menambahkan, anjing dan kucing adalah hewan yang bisa dijadikan sahabat.

Sehingga, langkah yang diambil oleh Pemkot Tomohon bisa jadi pelajaran bagi daerah yang lain. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved