Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir Lahar Hujan di Sitaro

Akses Jalan yang Tertutup Material Banjir Lahar Hujan di Kabupaten Sitaro Mulai Dibuka

Tumpukan material berupa pasir, bebatuan bercampur lumpur mulai disingkirkan dari badan jalan yang terbawa arus banjir.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Proses pembersihan material dan pembukaan akses jalan di Batuawang Kelurahan Bebali, Sitaro, Sulawesi Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Sulawesi Utara, mulai membuka akses jalan yang terputus akibat terjangan banjir lahar hujan.

Dengan mengerahkan alat berat milik pemerintah daerah serta milik Wakil Ketua DPRD, Bob Janis, proses pembersihan dan pembukaan jalan dilakukan sejak pagi tadi.

Tumpukan material berupa pasir, bebatuan bercampur lumpur mulai disingkirkan dari badan jalan yang terbawa arus banjir.

Setelah material disingkirkan, mobil pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah diterjunkan untuk menyiram sisa material dan lumpur.

Pantauan tribunmanado.co.id di lokasi pembersihan di Batuawang Kelurahan Bebali, nampak Sekretaris Daerah Denny Kondoj didampingi Sekretaris BPBD, Ronny Romansyah.

Selain itu, terlihat pula Camat Siau Timur, Sancelto Kalebos dan Lurah Bebali Adeleida Marthin yang menyaksikan langsung jalannya pembukaan jalan.

Sementara di Kampung Lehi Kecamatan Siau Barat, sebuah alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum terlihat melakukan pembersihan di lokasi tersebut.

Puluhan aparat TNI dan Polri juga nampak turun langsung membantu jalannya pembersihan dan pembukaan akses jalan.

"Ya, pembersihan material sekaligus pembukaan akses jalan mulai dilakukan sejak tadi pagi," kata Bupati Evangelian Sasingen saat dijumpai, Kamis (15/6/2023).

Kepada masyarakat yang bermukim di area bantaran sungai, bupati tetap mengingatkan agar waspada ketika terjadi hujan dengan waktu yang lama.

"Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan sungai yang dialiri banjir harus waspada. Perhatikan setiap perkembangan cuaca yang terjadi," imbau Sasingen.

Kepada OPD teknis maupun kepala-kepala wilayah, baik di tingkat kecamatan, kelurahan dan kampung diinstruksikan agar memonitoring kondisi di wilayah masing-masing.

Apabila kondisi cuaca masih belum membaik, diminta agar mengambil langkah mitigasi guna mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

"Jika terjadi sesuatu, segera laporkan. Sembari itu, lakukan langkah-langkah penanganan atau bahkan pencegahan," lanjut Sasingen.

Adapun titik-titik jalan yang putus karena tertutup material vulkanik yakni, di Batuawang Kelurahan Bebali, Kampung Lehi serta Kampung Kinali. (HER)

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved