Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pencegahan ASF di Sulut

Pemprov Sulut Perketat Penjagaan di Perbatasan, Antisipasi Masuknya Virus ASF, Penyakit pada Babi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atau Sulut bersikap tanggap untuk melindungi peternakan babi. Antisipasi ASF atau virus yang menyerang Babi.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Dik
Pencegahan ASF di Sulut. ASF adalah virus yang menyerang babi, berbahaya bagi manusia. 

"Dari hasil investigasi Dinas Pertanian khususnya bidang peternakan bersama pihak kepolisian Polsek Motoling, bahwa bangkai babi yang ditemukan warga di lokasi Kumelembuai perbatasan Kumelembuai-Wakan bukan milik peternak lokal," ungkap Feybie Pusung saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, Selasa (6/6/2023).

Dari hasil investigasi tersebut diketahui bahwa bangkai-bangkai babi itu berasal dari luar Kabupaten Minsel yang sengaja dibuang di lokasi perkebunan yang jauh dari pemukiman warga oleh oknum penjual atau pembeli ternak yang lewat di wilayah Kumelembuai-Pondos/Wakan.

Feybie Pusung memastikan bahwa kondisi ternak babi di Minsel masih belum tertular wabah ASF dan aman dikonsumsi.

"Sampai saat ini masih belum ditemukan adanya penyebaran ASF di Minsel. Namun kami sudah melakukan berbagai upaya pencegahan di antaranya dengan membuat edaran ke kecamatan dan desa-desa untuk segera melaporkan ke dinas ataupun pihak kepolisian apabila ada babi yang sakit ataupun mati, selain itu kami juga melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang babi," ujar Feybie Pusung.

Feybie Pusung juga mengajak masyarakat memantau setiap daging babi yang akan masuk dari daerah lain terutama dari Sulawesi Tengah, khususnya di perbatasan.

Feybie Pusung juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu khawatir karena ASF tidak berdampak pada manusia.

"Masyarakat tidak perlu merasa khawatir dengan isu yang berkembang, karena penyakit ini memang berpotensi menular dari babi ke babi, tidak perlu khawatir mengonsumsi daging babi, silakan saja. Perlu diwaspadai harga daging yang dijual dibawah harga normal. Jangan sampai membeli daging babi yang dari luar wilayah Minsel," tutup Feybe Pusung.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Minsel, drh Ketut Wahyudi Arta, memperingatkan peternak babi untuk tidak membiarkan sembarang orang masuk kandang babi.

"Manusia berpotensi menjadi penular ASF sehingga perlu diwaspadai oleh pemilik peternakan babi. Sebaiknya para pembeli tidak masuk ke lokasi kandang babi, cukup pemilik dan pekerja saja," tegas drh Ketut Arta.

Sulawesi Utara Diklaim Masih Aman dari Virus ASF, Kadistanak Minsel Beberkan Temuan Bangkai Babi

Sulawesi Utara diklaim masih aman dari virus African Swine Fever (ASF).

Postingan penemuan bangkai babi di Minahasa Selatan yang viral di media sosial tak ada hubungannya dengan virus ASF.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Peternakan Minsel, Feibi Pusung, kepada tribunmanado via WA, Selasa (6/6/2023).

"Tidak ditemukan virus babi ASF di Minsel," katanya.

Ia menuturkan, begitu kabar kematian babi itu menyeruak, pihaknya dan polsek langsung turun lapangan untuk memeriksa.

Hasil pemeriksaan adalah bangkai tersebut tidak berasal dari peternak lokal di wilayah Kumelembuai.

"Bangkai babi tersebut mati bukan berasal dari Kumelembuai, tapi dari luar daerah Minsel yang oleh oknum pembeli atau penjual yang melewati lokasi Kumelembuai-Pondos," katanya.

Ia menjelaskan babi yang sudah mati tersebut dalam perjalanan dibuang dengan sembarangan di pinggir jalan.

Ia menuturkan, komoditas daging babi lokal masih aman dikonsumsi dan terbebas dari virus ASF.

Dirinya meminta semua pihak waspada dengan ulah oknum tak bertanggung jawab.

Di sisi lain, Kepala Dinas Peternakan Sulut, Nova Pengemanan, menuturkan pihaknya bekerja keras untuk mengamankan Sulut dari virus ASF.(*)

Ikuti berita-berita terbaru Tribun Manado di: Google News

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved