Pencegahan ASF di Sulut
Pemprov Sulut Perketat Penjagaan di Perbatasan, Antisipasi Masuknya Virus ASF, Penyakit pada Babi
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atau Sulut bersikap tanggap untuk melindungi peternakan babi. Antisipasi ASF atau virus yang menyerang Babi.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Virus African Swine Fever (ASF) mendekat Sulut.
Setelah Sulawesi Selatan, virus tersebut telah masuk ke Sulawesi Tengah.
Pemprov Sulut pun bersikap tanggap untuk melindungi peternakan babi di Sulut yang ditaksir bernilai Rp 2 Triliun.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey menginstruksikan seluruh kepala daerah di Sulut untuk melakukan upaya pencegahan masuknya virus ASF di wilayah masing masing.
"Sudah ada instruksi tegas dari pak Gubernur Olly Dondokambey untuk menutup perbatasan guna mengantisipasi masuknya babi dari luar Sulut," kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pemprov Sulut Nova Pangemanan, Sabtu (10/6/2023).
Dikatakan Nova, pihaknya sudah membangun pos di perbatasan yang tugasnya mencegat pengiriman babi dari luar Sulut.
Koordinasi pun dilakukan dengan aparat kepolisian, BPOM, Karantina hewan dan asosiasi peternak babi.
Beber Nova, hingga kini, Babi di Sulut masih aman virus ASF.
"Masih aman," katanya.
Nova meminta masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan informasi yang tak jelas sumbernya.
Sebelumnya, Asosiasi Peternak Babi Sulut meminta Pemprov Sulut memperketat pengawasan di perbatasan untuk mencegah masuknya babi dari luar Sulut.
Ketua Asosiasi Peternak Babi Sulut Gilbert Wantalangi mengatakan, jangan ada celah sedikitpun bagi babi luar masuk Sulut.
Sebut dia, masuknya virus ASF akan menerbitkan petaka bagi Sulut.
"Babi akan mati 100 persen dan ini berpengaruh luas kepada petani serta sektor usaha lainnya," katanya.
Diketahui ada 400 ribuan babi di Sulut. (Art)
Hasil Uji Balai Besar Veteriner Maros
Sulut masih bebas virus ASF.
Hal itu ditegaskan Kadistanak Sulut Nova Pangemanan, Rabu (7/6/2023).
"Hasil uji Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Utara masih negatif," kata dia.
Meski demikian, pengamanan tak dikendurkan.
Pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah masuknya babi dari luar ke Sulut.
"Kami lakukan koordinasi dengan Polda dan lainnya, sejauh ini koordinasi berlangsung baik," kata dia. Dia mencontohkan saat temuan bangkai babi di Minsel.
Begitu masuk laporan, aparat Polsek bergerak bareng tim dari Distanak Minsel.
"Hasilnya tak ada babi yang kena ASF," katanya.
Di Manado, tim Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) turun lapangan untuk mengecek kondisi daging babi.
Tempat yang dituju adalah Pasar Bersehati.
“Kami turlap untuk pengambilan sampel organ dalam yakni hati dan ginjal untuk diperiksa di laboratorium,” ungkap Kepala RPH Kota Manado, Joike Tumbel
Dia menjelaskan pengambilan sampel ini sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus ASF dan memastikan apakah memang benar virus ini sudah ada masuk di Kota Manado atau tidak.
“Virus Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) tidak menular ke masyarakat,” tegas Tumbel. (Art)
Tindakan Kepolisian
Virus african swine fever (ASF) kini menghantui Sulawesi Utara.
Virus tersebut diketahui masuk melalui hewan ternak babi.
Kondisi ini pun ikut membuat pihak kepolisian meningkatan kewaspadaan dengan melakukan pengawasan ketat di perbatasan untuk hewan ternak babi yang masuk.
Kapolres Bolmut AKBP Areis Aminnullah menjelaskan sejauh ini telah bersinergi dengan pemerintah daerah, untuk membuat posko di perbatasan.
"Kita sudah membuat surat sprint anggota, baik dari Polres maupun Pemda untuk melakukan pengecekan serta razia ternak yang lewat salah satunya di pos pinogaluman," jelasnya Selasa (6/5/2023).
Areis menyebut sejauh ini di pos penjagaan tidak ada tenaga ahli untuk bidang peternakan, maka kepolisian hanya melakukan cek administrasinya.
"Jika kalau tidak sesuai kita kembalikan, ke tempat asal mereka dan tidak diizinkan masuk Sulawesi Utara," jelasnya
Kapolres menambahkan, sudah mengikuti rapat dengan DPRD Provinsi untuk membahas masalah virus ASF tersebut.
Dia menyampaikan kekurangan tenaga ahli, untuk mengetahui hewan apakah sudah terjangkit atau belum.
"Kita memang sudah menyiapkan lahan untuk pemusnahan, tapi kita kekurangan tenaga ahli," jelasnya.
Aminnullah pun memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat di daerah perbatasan.
"Saya sudah sampaikan kepada personil yang melakukan pengawasan disana, jangan sampai ada yang lewat," ujarnya (Ren)
Tidak Ada Kasus
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada kasus kematian babi yang disebabkan oleh wabah African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian Minsel, Feybie F Pusung, menyusul adanya unggahan viral di media sosial terkait beberapa bangkai babi yang ditemukan warga beberapa waktu lalu di Kumelembuai, Minsel, Sulawesi Utara.
"Dari hasil investigasi Dinas Pertanian khususnya bidang peternakan bersama pihak kepolisian Polsek Motoling, bahwa bangkai babi yang ditemukan warga di lokasi Kumelembuai perbatasan Kumelembuai-Wakan bukan milik peternak lokal," ungkap Feybie Pusung saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, Selasa (6/6/2023).
Dari hasil investigasi tersebut diketahui bahwa bangkai-bangkai babi itu berasal dari luar Kabupaten Minsel yang sengaja dibuang di lokasi perkebunan yang jauh dari pemukiman warga oleh oknum penjual atau pembeli ternak yang lewat di wilayah Kumelembuai-Pondos/Wakan.
Feybie Pusung memastikan bahwa kondisi ternak babi di Minsel masih belum tertular wabah ASF dan aman dikonsumsi.
"Sampai saat ini masih belum ditemukan adanya penyebaran ASF di Minsel. Namun kami sudah melakukan berbagai upaya pencegahan di antaranya dengan membuat edaran ke kecamatan dan desa-desa untuk segera melaporkan ke dinas ataupun pihak kepolisian apabila ada babi yang sakit ataupun mati, selain itu kami juga melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang babi," ujar Feybie Pusung.
Feybie Pusung juga mengajak masyarakat memantau setiap daging babi yang akan masuk dari daerah lain terutama dari Sulawesi Tengah, khususnya di perbatasan.
Feybie Pusung juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu khawatir karena ASF tidak berdampak pada manusia.
"Masyarakat tidak perlu merasa khawatir dengan isu yang berkembang, karena penyakit ini memang berpotensi menular dari babi ke babi, tidak perlu khawatir mengonsumsi daging babi, silakan saja. Perlu diwaspadai harga daging yang dijual dibawah harga normal. Jangan sampai membeli daging babi yang dari luar wilayah Minsel," tutup Feybe Pusung.
Pada kesempatan yang sama, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Minsel, drh Ketut Wahyudi Arta, memperingatkan peternak babi untuk tidak membiarkan sembarang orang masuk kandang babi.
"Manusia berpotensi menjadi penular ASF sehingga perlu diwaspadai oleh pemilik peternakan babi. Sebaiknya para pembeli tidak masuk ke lokasi kandang babi, cukup pemilik dan pekerja saja," tegas drh Ketut Arta.
Sulawesi Utara Diklaim Masih Aman dari Virus ASF, Kadistanak Minsel Beberkan Temuan Bangkai Babi
Sulawesi Utara diklaim masih aman dari virus African Swine Fever (ASF).
Postingan penemuan bangkai babi di Minahasa Selatan yang viral di media sosial tak ada hubungannya dengan virus ASF.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Peternakan Minsel, Feibi Pusung, kepada tribunmanado via WA, Selasa (6/6/2023).
"Tidak ditemukan virus babi ASF di Minsel," katanya.
Ia menuturkan, begitu kabar kematian babi itu menyeruak, pihaknya dan polsek langsung turun lapangan untuk memeriksa.
Hasil pemeriksaan adalah bangkai tersebut tidak berasal dari peternak lokal di wilayah Kumelembuai.
"Bangkai babi tersebut mati bukan berasal dari Kumelembuai, tapi dari luar daerah Minsel yang oleh oknum pembeli atau penjual yang melewati lokasi Kumelembuai-Pondos," katanya.
Ia menjelaskan babi yang sudah mati tersebut dalam perjalanan dibuang dengan sembarangan di pinggir jalan.
Ia menuturkan, komoditas daging babi lokal masih aman dikonsumsi dan terbebas dari virus ASF.
Dirinya meminta semua pihak waspada dengan ulah oknum tak bertanggung jawab.
Di sisi lain, Kepala Dinas Peternakan Sulut, Nova Pengemanan, menuturkan pihaknya bekerja keras untuk mengamankan Sulut dari virus ASF.(*)
Ikuti berita-berita terbaru Tribun Manado di: Google News
Yolla Piay Peternak Babi Asal Wasian Minut Ngaku Punya Cara Ampuh Cegah Penyebaran Virus ASF |
![]() |
---|
Bupati Minut Joune Ganda Minta Peternak dan Masyarakat Tak Khawatir dengan Virus Babi |
![]() |
---|
Harga Terbaru Daging Babi di Minahasa Sulawesi Utara, Turun Drastis |
![]() |
---|
Harga Daging Babi di Pasar Raykat Tondano Minahasa Turun, Dijual Hingga 15 Ribu Per Kilogram |
![]() |
---|
Distanak Sulawesi Utara Imbau Peternak Jangan Buang Babi Mati di Sungai |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.