Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pencegahan ASF di Sulut

Pemprov Sulut Perketat Penjagaan di Perbatasan, Antisipasi Masuknya Virus ASF, Penyakit pada Babi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atau Sulut bersikap tanggap untuk melindungi peternakan babi. Antisipasi ASF atau virus yang menyerang Babi.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Dik
Pencegahan ASF di Sulut. ASF adalah virus yang menyerang babi, berbahaya bagi manusia. 

Virus african swine fever (ASF) kini menghantui Sulawesi Utara.

Virus tersebut diketahui masuk melalui hewan ternak babi.

Kondisi ini pun ikut membuat pihak kepolisian meningkatan kewaspadaan dengan melakukan pengawasan ketat di perbatasan untuk hewan ternak babi yang masuk.

Kapolres Bolmut AKBP Areis Aminnullah menjelaskan sejauh ini telah bersinergi dengan pemerintah daerah, untuk membuat posko di perbatasan.

"Kita sudah membuat surat sprint anggota, baik dari Polres maupun Pemda untuk melakukan pengecekan serta razia ternak yang lewat salah satunya di pos pinogaluman," jelasnya Selasa (6/5/2023).

Areis menyebut sejauh ini di pos penjagaan tidak ada tenaga ahli untuk bidang peternakan, maka kepolisian hanya melakukan cek administrasinya.

"Jika kalau tidak sesuai kita kembalikan, ke tempat asal mereka dan tidak diizinkan masuk Sulawesi Utara," jelasnya

Kapolres menambahkan, sudah mengikuti rapat dengan DPRD Provinsi untuk membahas masalah virus ASF tersebut.

Dia menyampaikan kekurangan tenaga ahli, untuk mengetahui hewan apakah sudah terjangkit atau belum.

"Kita memang sudah menyiapkan lahan untuk pemusnahan, tapi kita kekurangan tenaga ahli," jelasnya.

Aminnullah pun memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat di daerah perbatasan.

"Saya sudah sampaikan kepada personil yang melakukan pengawasan disana, jangan sampai ada yang lewat," ujarnya (Ren)

Tidak Ada Kasus

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada kasus kematian babi yang disebabkan oleh wabah African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian Minsel, Feybie F Pusung, menyusul adanya unggahan viral di media sosial terkait beberapa bangkai babi yang ditemukan warga beberapa waktu lalu di Kumelembuai, Minsel, Sulawesi Utara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved