Catatan Jurnalis
Torang Deng Ka Mikha
Hampir tiap selebrasi muncul bendera Israel. Imbauan panitia untuk tidak membawa bendera non GMIM selalu dilanggar.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Mungkin salah satunya adalah kata kata yang lagi viral itu yang anda pasti sudah tahu.
Tapi kejadian beberapa tahun lalu lebih gawat.
Dalam selebrasi remaja pada 2018 lalu, ratusan remaja pingsan saat pawai.
Puskesmas dan rumah sakit di Minut dipenuhi para remaja yang pingsan.
Sebagai wartawan yang meliput peristiwa itu, saya melihat remaja yang ciri cirinya mirip orang kesurupan.
Tapi saya takut mengatakan itu. Katakan saja ratusan remaja itu hanya kelelahan dan kurang makan.
Memang pawai melewati lokasi angker yang dulunya tempat tentara Jepang membantai korbannya.
Dan banyak peserta pawai menyanyikan lagu rohana. Seandainya mereka menyanyi Kristus bangkit, pasti semua aman. Semua Iblis pasti lari.
Nah pada selebrasi remaja 2023 di Desa Kaima Minut, semua tampak aman dan lancar. Heboh tapi terkendali.
Panitianya bekerja dengan baik.
Ada hal menyentuh disini, yang belum pernah terjadi dalam sejarah selebrasi.
Para remaja meneriakkan dukungan kepada Ketua Remaja Michaela Elsiana Paruntu (MEP).
"Torang deng ka Micha," teriak sejumlah remaja.
Bahkan ada grup remaja yang mencetak spanduk dukungan kepada MEP.
Melihat itu MEP meneteskan air mata. Semua tahu yang dialami MEP.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.