Breaking News
Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Peluang Partai Golkar Gabung Koalisi Perubahan Lebih Mudah, Ini Kata Pengamat Politik

Pengamat politik Ali Rif'an menilai Partai Golkar lebih berpeluang bergabung ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP)

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Dokumentasi Tribun Manado
Airlangga Hartarto 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kesempatan bergabungnya koalisi besar di Pilpres 2024 masih sangat terbuka lebar.

Semua tergantung dari keinginan dari koalisi tersebut.

Partai yang digadang bisa bergabung adalah Golkar dengan Koalisi Perubahan.

Baca juga: Airlangga Ajak Koalisi Perubahan buat Koalisi Besar, Pengamat Nilai Golkar Lebih Akomodatif


Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh disambut oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat menyambangi DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta Barat, Rabu (1/2/2023). Surya Paloh didampingi Sekjen Partai NasDem sekaligus Menkominfo Johnny G Plate, Rachmat Gobel serta jajaran DPP lain. Airlangga mengatakan pertemuan itu sebagai bentuk silaturahmi sekaligus agenda lanjutan dari pertemuan dirinya dengan Surya Paloh di DPP NasDem. (Tribunnews/Jeprima )

Memang belakangan Partai Golkar akan bergabung dengan Koalisi Perubahan.

Namun tak sedikit juga yang menentang hal tersebut.

Tapi jika itu terjadi, Airlangga Hartarto harus mengubur mimpinya menjadi presiden.

Sebab Koalisi Perubahan sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024.

Baca juga: Doli Kurnia: JK Sarankan Airlangga Gabung Koalisi Perubahan Usung Anies Capres 2024

Pengamat politik Ali Rif'an menilai Partai Golkar lebih berpeluang bergabung ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang digawangi Partai NasDem, PKS, dan Demokrat ketimbang Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diusung partai Gerindra dan PKB. 

Menurutnya, kepentingan Golkar untuk mengusung Ketua Umumnya Airlangga Hartarto untuk ikut dalam kontestasi Pilpres 2024 lebih terakomodir jika bergabung dengan KPP.

“Kalau lihat dari pertemuan terakhir, ada kecenderungan mungkin ke NasDem. Karena posisi cawapres Anies Baswedan masih kosong, kalau posisi cawapres Prabowo ini kan sudah seolah-olah diisi Cak Imin, meskipun belum final ya tapikan Cak Imin sudah sangat agresif ingin masuk dalam cawapres Prabowo gitu. Nah, dari sisi itu ada kemungkinan ke Nasdem,” kata Ali saat dihubungi wartawan, Rabu (29/3/2024).

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia ini juga mengatakan jika Golkar bergabung dengan Koalisi Perubahan, keuntungan juga akan didapat oleh koalisi yang mengusung Anies Baswedan sebagai Capres ini.

Baca juga: Di Kantong Anies Ada Kang Aher, AHY dan Khofifah, NasDem: Koalisi Perubahan Butuh Kekuatan Tambahan

Ia menilai Koalisi Perubahan akan mendapat kepastian dengan adanya Golkar, mengingat hingga hari ini meskipun sudah menyatakan resmi berkoalisi namun tarik-ulur kepentingan antara Nasdem-Demokrat-PKS soal cawapres disinyalir membuat belum adanya kepastian untuk koalisi ini. 

“Kalau kesana posisinya yang barangkali, ada kepastian karena ada kemungkinan Koalisi Perubahan akan mengumumkan capres cawapres lebih awal. Kemudian, sudah ada capresnya gitu. Karena sudah ada capresnya, berarti posisi Airlangga sebagai cawapres. Sementara KIB, belum ada capres-cawapresnya katakan lah capres yang digadang-gadang Ganjar, tapi toh Ganjar itu kader partai PDIP yang sampai sekarang belum ada kepastian, kapan bu Mega mau mengumumkan capresnya,” tutur Ali.

Ali menyarankan agar koalisi besar antara Golkar, Nasdem, Demokrat, dan PKS ini segera terbentuk. Sehingga pasangan capres-cawapresnya bisa memiliki waktu yang cukup untuk disosialisasikan ke masyarakat. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved