Catatan Wartawan
Maria Magdalena
Aku tak tahu namanya. Hanya kusebut saja dia Maria Magdalena. Tokoh dalam Alkitab yang bertobat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
"Klien pertama seorang pria pekerja swasta, tubuhnya besar, saya sangat ketakutan, meski itu bukan pengalaman pertama saya tapi sangat membekas, saya tak akan melupakan itu," kata dia.
Rupanya performa Lilis cukup moncer. Kliennya banyak.
"Mami" nya minta ia bertahan.
"Dia bilang saya cantik dan punya daya tarik, ia minta saya tetap jadi wanita BO," kata dia.
Silau dengan uang banyak, Lilis pun lanjut. Dalam sehari ia bisa kencan dengan 3 hingga 4 pria.
Sekali main paling minimal Rp 500 ribu, pendapatannya sehari berkisar Rp 2 hingga Rp 3 jutaan.
"Sebagian besar saya kirim ke anak-anak, lainnya saya pakai biaya perawatan serta entertaiment," katanya.
Awalnya hidup di ketiak mami, kini ia bersolo karir.Tempat mainnya di kos.
"Dulu waktu ada mami kami main di hotel, uang harus setor mami, tapi kini uang seluruhnya untuk saya," kata dia.
Momen pulang kampung adalah momen indah sekaligus sedih bagi Lilis.
Indah karena bertemu anak serta orang tuanya. Sedih karena harus menipu.
"Mereka mengira saya karyawan sukses," kata dia.
Masa penuh suka itu ia menfaatkan sebaik-baiknya.
Ia bermain dengan anak-anak, berbelaja kebutuhan mereka, masuk gereja bersama keluarga.
"Kemudian saya balik lagi ke dunia hitam, uang, minuman, sering saya bersedih, tapi orang yang saya cintai tak perlu tahu derita saya," kata dia.