Catatan Wartawan
Maria Magdalena
Aku tak tahu namanya. Hanya kusebut saja dia Maria Magdalena. Tokoh dalam Alkitab yang bertobat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang wartawan harus masuk ke semua sisi hidup. Terang dan gelap. Tempat ibadah maupun sarang pelacur
Beberapa waktu lalu, aku kebagian meliput prostitusi online.
Aku tak pernah kenal dunia ini. Untung ada teman yang mencarikan seorang narasumber.
Wanita yang cantik dan glamor, tapi sesungguhnya remuk hati dan rindu lawatan ilahi.
Aku mengecap seluruh ceritanya, tapi tidak tubuhnya. Sekali lagi. Hanya ceritanya.
Aku menghargai setiap wanita. Termasuk wanita ini. Ini transaksi jiwa. Bukan tubuh.
Aku tak tahu namanya. Hanya kusebut saja dia Maria Magdalena. Tokoh dalam Alkitab yang bertobat.
Berikut tuturannya.
Praktik prostitusi online kian marak di kota Kotamobagu.
Transaksinya mudah. Tinggal pencet ponsel. Tak sampai lima menit, orderan pun datang.
Tribun Manado melakukan penelusuran bisnis "basah" ini dengan memakai jasa seorang pria yang tahu seluk beluk prostitusi online di Kotamobagu.
Lewat aplikasi, sang pria mencari wanita BO. Yang dicari langsung terpampang. Akun wanita muda bernama Lilis.
Ia cantik, berlesung pipit dengan rambut dicat pirang. Para profilnya tertulis no hoax.
Chatting pun terjadi antara si pria dan Lilis. Lilis pun buka harga. Tawar menawar terjadi.
Mentok di angka Rp 500 ribu. Ditawar lagi. Turun Rp 400 ribu.