Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wisata Manado

Kisah Watu Sumanti, Batu Sakti yang Jadi Objek Wisata Manado, Banyak yang Datang Bawa Dupa

Meski begitu, Batu Sakti yang ternyata diberi nama Watu Sumanti itu masih terus mencoba eksis.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Watu sumanti batu yang jadi objek Wisata Manado 

Dahulu kala, para Tonaas Minahasa melakukan ritual pengusiran roh jahat atau mengobati penyakit di batu itu dengan cara mengayunkan pedang.

Batu Sakti yang Bisa Menggandakan Diri, Dulu Dua Sekarang Jadi Banyak

Menurut sejumlah warga setempat, batu tersebut unik karena selalu menggandakan diri.

Tribunmanado.co.id mewawancarai seorang warga bernama Feki Lasut.

Ia mengaku turunan dari Ares.

Watu Sumanti yang berada di Kelurahan Tikala Ares, Tikala, Manado, Sulawesi Utara.
Menurut Feki, batu tersebut dulunya hanya dua.

"Namun sekarang ada banyak sekali, batu itu menggandakan dirinya," kata dia.

Watu Sumanti yang berada di Kelurahan Tikala Ares, Tikala, Manado, Sulawesi Utara.
Watu Sumanti yang berada di Kelurahan Tikala Ares, Tikala, Manado, Sulawesi Utara. (Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

Dianggap Keramat hingga Tak Ada Warga yang Mau Mendekat

Lanjut Feki Lasut, dulunya batu itu dianggap keramat oleh warga setempat.

Tak ada yang berani mendekat tempat itu.

"Semua hormat dengan batu itu," kata dia.

Feki menuturkan, sejumlah warga pernah mengalami kejadian gaib dengan batu itu.

Dari seorang rekannya, ia mendengar cerita bahwa batu itu satu-satunya tempat yang tidak terkena banjir saat banjir besar tahun 1936 di Manado.

"Kala itu semua mengungsi ke Bumi Beringin. Anehnya batu itu tidak kebanjiran padahal posisinya berada tak jauh dari sungai," kata dia.

Feki mengatakan, batu itu hilang peranannya seiring waktu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved