Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wisata Manado

Kisah Watu Sumanti, Batu Sakti yang Jadi Objek Wisata Manado, Banyak yang Datang Bawa Dupa

Meski begitu, Batu Sakti yang ternyata diberi nama Watu Sumanti itu masih terus mencoba eksis.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Watu sumanti batu yang jadi objek Wisata Manado 

Aneka sesajen serta dupa digelar di atas tiga batu pipih tersebut.

Watu tersebut dipagari dengan pagar besi.

Pada jarak semeter dari watu, berdiri prasasti yang menerangkan sejarahnya dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Sebuah pendopo kecil dibangun tak jauh dari prasasti tersebut.

Keadaan di sana begitu sunyi.

Hiruk pikuk pemukiman di kelilingnya seolah tak tembus ke sekitar Watu Sumanti.

Seakan ada dua dunia, satu dunia modern yang luas dan mengitimidasi, satu dunia tradisional yang kian terkikis.

Padahal, menurut sejarah, semua yang ada di sekitarnya, bahkan Manado berasal dari batu itu.

Watu Sumanti
Watu Sumanti (TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS)

Batu Sakti Itu Jadi Tanda Pendirian Desa di Manado

Watu itu menandai pemukiman pertama di Manado.

Watu itu hadir sebagai tanda pendirian desa atau tempat pemukiman baru.

Area sekitar batu itu adalah tanah lapang yang kemudian menjadi tempat pemukiman Wanua Ares, pemukiman pertama di kota Manado.

Di Batu Itu Pernah Dilakukan Ritual Pengusiran Roh jahat

Dalam tradisi Minahasa, Watu Sumanti berasal dari kata watu (batu) dan santi (pedang).

Artinya, batu tempat memainkan pedang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved