Berita Sulawesi Utara
6 Tradisi Unik Merayakan Tahun Baru di Sulut: Dari Dumia Umbanua di Minut hingga Babaris di Talaud
Sulawesi Utara memiliki berbagai tradisi unik di wilayah masing-masing. Dari Dumia Umbanua hingga Babaris.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Setiap daerah punya tradisi awal tahun.
Namun tradisi Dumia Umbanua di Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, benar-benar unik.
Dalam tradisi ini, hewan babi disembelih dan hatinya diambil.
Hati tersebut dijadikan media untuk memperoleh petunjuk tentang keadaan kampung kedepannya.
Dumia Umbanua adalah tradisi bersih-bersih kampung yang dilaksanakan pada bulan pertama di tahun yang baru.
Tujuannya adalah meminta pertolongan dari Tuhan agar di tahun yang baru memperoleh berkat dan perlindungan.
Informasi yang dihimpun tribunmanado.co.id, tradisi ini berusia ratusan tahun dan merupakan tradisi tua Minahasa yang sudah punah, kecuali di Desa Laikit.
Menurut catatan sejarah Desa Laikit, ritual tersebut berlangsung sejak 1775.
Hajatan tersebut diawali dengan penyembelihan seekor babi untuk diambil hatinya.
Jika hati bersih, itu pertanda kampung akan baik baik saja, pertanian akan meningkat.
Petani akan membuka ladang sementara warga yang PNS maupun pegawai swasta akan meningkatkan kinerjanya.
Petunjuk lain adalah warga harus takut akan Tuhan, taat pemerintah, dan saling menyayangi.
Ritual disusul dengan ziarah ke kuburan Opo Ngangi yang berada di perkuburan desa.
Kemudian dilanjutkan dengan keliling kampung sambil mencipratkan air yang sudah didoakan.
5. Ritual di Watu Pinawetengan
Biasanya orang-orang akan mengunjungi Watu Pinawetengan yang berada di Kabupaten Minahasa.
Di sana, masyarakat melakukan ritual dengan berbagai maksud.
Ada yang berziarah, minta petunjuk leluhur, pengobatan, hingga aktivitas wisata.
Umumnya warga yang datang tergabung dalam ormas adat, namun banyak pula yang datang sendiri.
Disana sesajen yang pada umumnya adalah telur, diatur di ujung batu.
Di ujung lainnya berdiri pakampetan atau seseorang yang dirasuki roh leluhur.
Aneka peralatan seperti panji, pedang, serta tas ditaruh di atas batu.
Dalam kondisi trans, pakampetan akan menyampaikan petunjuk serta nasehat kepada warga.
Suara pakampetan berubah saat menyampaikan pesan, menjadi sangat besar atau menyerupai nenek-nenek.
Seorang pakampetan menginjak tanah dan bumi terasa bergetar.
Sebuah perkumpulan ormas memeragakan aksi kebal sebelum masuk ke lokasi batu besar.
Gaya warga yang hendak masuk ke lokasi batu seragam.
Takzim dan menginjak bumi sebanyak tiga kali.
Di antara bau dupa dan tampang sangar sejumlah peziarah, persaudaraan tumbuh.
Para anggota ormas yang berbeda saling bercengkerama dengan begitu akrab.
6. Kunci taon
Kunci taon merupakan tradisi menutup tahun lama dan membuka tahun yang baru.
Dalam tradisi ini, masyarakat akan berdandan dengan pakaian yang unik kemudian parade di jalanan.
Ada pula figura dalam tradisi ini, dimana laki-laki berdandan seperti perempuan.
Biasanya, kunci taon digelar di tanggal 31 Januari atau minggu terakhir bulan Januari di tahun yang baru.
Namun, tak ada waktu yang ajeg untuk merayakan kunci taon, bisa kapan saja.
Baca berita lainnya di: Google News.
Sulawesi Utara
tradisi
tahun baru
Babaris
Figura
Mekiwuka
Ritual di Watu Pinawetengan
kunci taon
Dumia Umbanua
Harga Kopra di Sulut Tembus Rp22 Ribu, Aksi Pencurian Kelapa Meningkat hingga Beraksi Tengah Malam |
![]() |
---|
Segini Jumlah Sekolah, Guru, dan Murid SMA di Sulawesi Utara: Manado Tertinggi |
![]() |
---|
Sosok 2 Dokter Kandidat Kuat Jabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan Sekda Kota Manado |
![]() |
---|
Daftar Berita Heboh Sulawesi Utara Sepekan: Ketua Sinode GMIM Ditahan hingga Penikaman di Bitung |
![]() |
---|
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gubernur Sulut Terpilih, Pelaku Minta Proyek dan Tawarkan Jabatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.