Polisi Manado
Polisi Manado Gelar Rekonstruksi Penembakan Warga di Pandu Pada Malam Hari
Kasus penembakan warga Kelurahan Pandu bernama Raymond Londok oleh anggota Polisi Manado akhirnya digelar rekonstruksi.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
"Itu bukan sajan ataupun botol seperti yang dikatakan polisi. Tapi vas bunga," kata dia saat ditemui belum lama ini.
Vanne juga mengaku sangat bersedih kehilangan sosok orang yang ia cintai selama ini.
Meskipun ia sadar suaminya banyak kesalahan dan keterbatasan, tetapi menurutnya semua itu tidak terlepas dari kelemahan dan keterbatasan sebagai manusia biasa.
Vanne mengungkapan, pada saat penembakan itu terjadi Ia berada di belakang korban dan Ia mengira tembakan polisi itu mengenai kaki korban.
"Saat ditembak, suami saya langsung jatuh ke tanah, jadi sebagai istri mencoba memegang suami saya tetapi polisi tidak mengizinkan dengan alasan mau oleh TKP dulu," ucapnya.
Vanne Warouw dan kelurga sempat berharap korban masih hidup ketika ditembak oleh polisi.
"Karena saya berfikir suami saya masi hidup, jadi saya langsung beranjak dari kerumunan untuk kembali ke rumah dan memberikan informasi kepada kelurga yang lain," ujarnya.
Setelah 1 jam mobil polisi pun datang untuk membawa suaminya ke rumah sakit. (Nie)
Baca juga: Akhirnya Terungkap Fakta Kopda M Sebelum Tewas, Bayar Eksekutor Tembak Istri hingga Tipu Mertua
Baca juga: BREAKING NEWS, 2 Cewek Manado Pelaku Kasus Traficking di Kalteng Diringkus Polda Sulawesi Utara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/suasana-rekonstruksi-penembakan-warga-oleh-anggota-polresta-fgjhgfjgf677978.jpg)