Konflik Rusia dan Ukraina

Soal Kemungkinan Berdamai dengan Ukraina, Vladimir Putin: Kyiv Tidak Memiliki Keinginan

Terkait kemungkinan berdamai dengan Ukraina, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa Ukraina yang tak kunjung memenuhi perjanjian damai.

Editor: Isvara Savitri
ALEXANDER NEMENOV / AFP
Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ukraina disebut tak mau memenuhi perjanjian perdamaian sejak awal Maret 2022. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hingga saat ini Rusia masih melanjutkan invasinya ke Ukraina.

Alasannya, Rusia tidak melihat keinginan Ukraina untuk memenuhi persyaratan damai sejak awal Maret 2022.

Hal tersebut disampaikan langsung Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Putin mengatakannya kepada para wartawan usai kunjungannya ke Iran.

Saat ditanyakan soal kemungkinan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Putin mengatakan bahwa Kyiv tidak berpegang pada persyaratan kesepakatan damai awal yang dia katakan telah secara praktis tercapai pada Maret, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Hasil akhir tentu saja, tergantung pada kemauan para pihak untuk melaksanakan kesepakatan yang telah dicapai. Hari ini kita melihat kekuatan di Kyiv tidak memiliki keinginan seperti itu," ujar Putin menjelaskan.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Desakan Keluarga Brigadir J soal Otopsi Ulang, Ini Kata KadivHumas Polri

Baca juga: Akhirnya Terungkap Bentuk Wajah Lucinta Luna Usai Dioperasi, Netizen Pangling Mirip Jisoo Blackpink

Negosiasi Rusia Ukraina berlangsung pada bulan Maret, dengan kedua belah pihak membuat proposal tetapi tanpa terobosan.

Saat itu, Zelenskiy mengatakan hanya hasil konkrit dari pembicaraan yang dapat dipercaya.

Putin bertemu Pemimpin Tertinggi Iran. Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran pada hari Selasa, memperdalam hubungan antara kedua negara yang sama-sama berada di bawah sanksi Barat.

Serangan yang diluncurkan Ukraina ke wilayah Kherson, Ukraina, untuk menghabisi pasukan Rusia.
Serangan yang diluncurkan Ukraina ke wilayah Kherson, Ukraina, untuk menghabisi pasukan Rusia. (Tribunnews.com/istdonetsk/telegram)

Selama kunjungan ke Iran, Putin juga bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membahas kesepakatan yang akan melanjutkan ekspor gandum Laut Hitam Ukraina, yang sekarang diblokade oleh Rusia.

Rusia siap memfasilitasi ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam, tetapi juga ingin pembatasan yang tersisa pada ekspor biji-bijian Rusia dihapus, kata Putin.

Pada hari Selasa pemimpin Rusia itu mengatakan belum semua masalah telah diselesaikan pada pengiriman biji-bijian, "tetapi fakta bahwa ada pergerakan sudah bagus," imbuhnya.

Baca juga: Jumlah Populasi Anjing di Kabupaten Sitaro Capai 12.229 Ekor, Pemda Rutin Lakukan Vaksinasi Rabies

Baca juga: Pembebasan Tanah Sungai Tikala dan Sario Manado, 6 Pemilik Terdata Masih Enggan Lepas Lahan

Itu adalah pertemuan langsung pertama Putin dengan seorang pemimpin NATO sejak pasukan Rusia menyerbu dan merupakan pesan tajam ke Barat tentang rencana Rusia untuk menjalin hubungan strategis yang lebih dekat dengan Iran, China dan India untuk membantu mengimbangi sanksi Barat yang dikenakan atas invasi tersebut.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kata Putin Soal Kemungkinan Mencapai Kesepakatan Damai dengan Ukraina.

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved