Sitaro Sulawesi Utara

Jumlah Populasi Anjing di Kabupaten Sitaro Capai 12.229 Ekor, Pemda Rutin Lakukan Vaksinasi Rabies

Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan favorit di kalangan masyarakat Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Vian Hermanses/tribunmanado.co.id
Dinas Pangan dan Pertanian Sitaro rutin melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan. (Vian Hermanses/tribunmanado.co.id). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan favorit di kalangan masyarakat Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), khususnya bagi para pecinta hewan peliharaan.

Tak heran jika jumlah populasi anjing di daerah berjuluk Bumi Karangetang Mandolokang Kolo-Kolo (Karamando) itu telah mencapai 12.229 ekor per Juni 2022 lalu.

Dengan jumlah populasi tersebut, Kabupaten Sitaro menjadi salah satu daerah yang rentan dengan kasus gigitan Hewan Penular Rabies atau HPR.

Terkait hal itu, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sitaro sebagai OPD teknis yang membawahi peternakan dan kesehatan hewan secara rutin melakukan program vaksinasi rabies terhadap HPR, utamanya anjing.

“Setiap tahun kami rutin melakukan vaksinasi terhadap HPR khususnya anjing-anjing peliharaan,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pangan dan Pertanian Sitaro, Henny Takarendehang, Rabu (20/7/2022)

Meski jumlah resiko paparan rabies akibat HPR di Kabupaten Sitaro berada pada angka 3 persen, namum pemerintah daerah tidak ingin mengambil resiko dengan mengabaikan pelaksanaan vaksinasi terhadap anjing.

“Lebih baik melakukan upaya pencegahan. Jangan sampai terjadi kasus yang signifikan baru mengambil tindakan. Makanya bagi kami pelaksanaan vaksinasi bagi HPR khususnya anjing ini penting,” ujar Henny.

Hanya saja, untuk mengoptimalkan program vaksinasi rabies ini, pemerintah daerah terkendala dengan keterbatasan jumlah vaksin yang diperoleh, yakni sebanyak 2.500 vial.

“Tapi kan jangka waktu untuk booster dari vaksin rabies ini satu tahun. Jadi cukuplah untuk melakukan vaksinasi secara bertahap di setiap wilayah,” lanjutnya.

Selain rutin melakukan vaksinasi melalui Tim Vaksinator yang ada di setiap wilayah Kecamatan se-Kabupaten Sitaro, pemerintah daerah kini genjot mesosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Rabies.

“Makanya kita juga melakukan sosialisasi lewat Satpol-PP dan Pemerintah Kecamatan tentang Perda Penanggulangan Rabies. Karena dalam perda itu kan disebutkan anjing harus diikat.

Tak hanya sebatas pencegahan rabies, regulasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mencegah terjadinya kasus gigitan HPR termasuk anjing.

“Ada yang bilang begini, hewan peliharaan kami sudah divaksin. Jadi kami sampaikan, bukan hanya sebatas mencegah rabies, tapi juga mencegah terjadinya kasus gigitan hewan penular rabies,” ujarnya. (HER)

Baca juga: Akhirnya Terungkap Tanggapan Istri Ustaz Kasif Heer soal Perjodohan Suami dengan Nathalie Holscher

Baca juga: Ini yang Dilalukan Walikota Andrei Angouw Atasi Kemacetan di Manado

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved