Israel vs Hamas
Israel dan Hamas Sepakat Bebaskan Sandera, Begini Prosedurnya
Pertukaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata sementara sesuai usulan Presiden AS Donald Trump.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada kemajuan dari proses yang dilakukan antara Hamas dan Israel soal tahanan.
Negosiasi tak hanya dilakukan kedua pihak, namun ada campur tangan dari beberapa negara sekitar termasuk AS.
Negosiasi cukup alot dilakukan dan akhirnya membuahkan hasil.
Baca juga: Hamas Berkomitmen akan Tetap Berjuang Menghadapi Israel Jika Netanyahu Kembali Lakukan Agresi
Israel dan Hamas pun sepakat membebaskan masing-masing sandera.
Hamas, adalah organisasi gerakan Islam Sunni dan nasionalisme Palestina yang menentang pendudukan Zionisme di wilayah tersebut.
Gerakan ini percaya bahwa kebangkitan mereka adalah titik masuk utama untuk tujuannya "membebaskan seluruh Palestina dari sungai ke laut" dengan paham Anti Semitism.
Setelah beberapa bulan terakhir melakukan negosiasi yang difasilitasi Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat, Hamas dan Israel akhirnya sepakat melakukan pertukaran sandera dan tahanan, Senin (13/10/2025).
Menurut laporan BBC International, kelompok perlawanan Hamas akan membebaskan 20 sandera yang masih hidup, sementara Israel akan melepas ratusan warga Palestina yang ditahan di berbagai penjara.
Pertukaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata sementara sesuai usulan Presiden AS Donald Trump.
Rencananya pertukaran sandera digelar di dekat pangkalan militer Israel Re’im, wilayah perbatasan yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Jalur Gaza.
Proses pembebasan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dimulai pukul 08.00 waktu setempat atau setara 13.00 WIB, disusul gelombang kedua satu jam kemudian, dan gelombang ketiga dijadwalkan berlangsung di lokasi berbeda.
Total, ada 48 sandera yang hingga kini tercatat dalam daftar Hamas, dengan rincian 20 orang masih hidup, 26 dinyatakan tewas, dan dua lainnya belum diketahui nasibnya.
Adapun para sandera yang dibebaskan merupakan korban penyanderaan besar-besaran pada 7 Oktober 2023, ketika kelompok bersenjata Hamas menyerang festival musik Nova di wilayah selatan Israel.
Dalam serangan itu Hamas dituding menewaskan ratusan orang dan menculik puluhan warga sipil serta tentara.
Untuk menjamin kelancaran proses pertukaran sandera, Kementerian Pertahanan Israel akan menugaskan Palang Merah Internasional (ICRC) untuk memastikan keamanan dan kesehatan seluruh sandera.
| Sosok Jon Matoneng Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bitung Sulut, Motor Tertabrak Truk Tronton |
|
|---|
| Ini 3 Tuntutan Masyarakat Adat di Talaud Pasca Penganiayaan Oknum Anggota TNI AL terhadap Warga |
|
|---|
| Gempa Terkini di Sulut Pagi Ini Sabtu 24 Januari 2026, Sudah Terjadi 2 Kali, Berikut Info BMKG |
|
|---|
| Kronologi Oknum TNI AL Diduga Aniaya Warga dan Guru di Talaud Sulut, Korban Dikeroyok Usai Menegur |
|
|---|
| Tokoh Adat Talaud Nantikan Komitmen Danlanal Melonguane: Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Hamas-siap-bebaskan-sandera-Israel-dengan-syarat-ini.jpg)