Motivator JE
VIRAL Wikipedia Julianto Eka Putra Diedit, Motivator JE Disebut Lahir di Neraka dan Predator Anak
Motivator JE kembali viral ketika korban pelecehan seksualnya buka suara. Kini, wikipedia Juliantor Eka Putra juga sudah diedit berisi penghinaan.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Pernah Dapat Penghargaan
Tahun 2018, kehidupan Julianto Eka Putra disorot karena dipandang sebagai sosok inspiratif.
Julianto Eka Putra pun dianugerahi penghargaan "Kick Andy Heroes 2018".
Di tahun sama HDI, perusahaan tempat Julianto Eka Putra bernaung, mendapatkan tawaran production house untuk memproduksi film Say I Love You yang menampilkan kisah nyata Julianto Eka Putra dan siswa-siswi SMA SPI yang inspiratif.
Baca juga: Warga Tewas Setelah Berkelahi dengan Anggota TNI di Sulawesi Utara, Ini Jawaban Kodam Merdeka
Baca juga: AS dan China Akan Bicarakan Cara Hindari Resesi Dunia
Melalui SMA SPI, HDI membantu ratusan siswa dari kalangan kurang mampu di seluruh Indonesia untuk mengenyam pendidikan gratis dan sekaligus mendapatkan berbagai macam pelatihan untuk menjadi wirausahawan independen di berbagai sektor.
Kisah Hidupnya Diangkat ke Layar Lebar

Dikutip dari artikel di Kompas.com, perjuangan nyata Julianto Eka Putra dan kisah para murid SMA SPI telah diadaptasi ke film layar lebar, yang tayang pada 2019.
Sebuah film berjudul Say I Love You yang disutradarai Faozan Rizal yang sebelumnya menyutradarai “Habibie Ainun” (2012).
Film tersebut dibintangi Verdi Solaiman, Dinda Hauw, Aldi Maldini, Rachel Amanda, dan Olga Lidya.
Baca juga: Sosok Korban Dugaan Pelecehaan yang Dilakukan Motivator JE, Minta Kasus Jangan Ditiadakan
Baca juga: Baru Terungkap Kebiadapan Motivator JE, Lakukan Pelecehan Pada Anak Sekolah: Saya Kaku Diraba-raba
Terseret Kasus Dugaan Pelecehan
Pada 2021, polisi mengusut kasus dugaan pelecehan di Sekolah Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu, Malang, sekolah yang didirikan Motivator JE atau Julianto Eka Putra.
Bahkan, dikutip dari artikel Kompas TV berjudul "Kepsek dan Kepala Asrama Sekolah SPI Diduga Lakukan Kekerasan Fisik ke Sejumlah Siswa", diduga ada kasus kekerasan fisik yang juga terjadi di lingkungan sekolah itu.
Disebutkan, Pemilik SPI Kota Batu Malang Julianto Eka Putra ditetapkan sebagai tersangka Agustus 2021.
Namun, pengusutan kasus kejahatan yang diduga terjadi pada puluhan siswa sekolah tersebut seakan jalan di tempat.

15 November lalu, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Batu kembali melaporkan pemilik sekolah Selamat Pagi Indonesia ke polisi karena ada dua korban baru.