Akhirnya Terungkap Ada Korban Tewas di Sel Dalam Rumah Bupati Langkat, Wajah Penuh Bekas Luka
Sebagaimana heboh, selain ditemukannya puluhan orang di kerangkeng tersebut, lokasi itu juga sudah menuai korban tewas.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Ditemukannya penjara mdi dalam rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin saat penangkapan oleh KPK membuat heboh.
Di dalam penjara masih ada beberapa orang yang ditahaan, namun belakangan sudah dievakuasi keluarga mereka.
Ternyata ada fakta baru yang ditemukan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia ( LPSK).
Baca juga: Sosok Tiorita Br Surbakti, Istri Bupati Langkat yang Urus Tahanan Dalam Rumah, Doyan Ngevlog
Penjara berupa kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin. (HO / Tribun Medan)
Miris sekali kehidupan para penghuni kerangkeng Bupati Langkat non aktif Terbit Rencana Perangin-angin.
Sejumlah fakta telah berhasil diungkap setelah ditemukan kerangkang manusia di kediaman Bupati tersebut.
Sebagaimana heboh, selain ditemukannya puluhan orang di kerangkeng tersebut, lokasi itu juga sudah menuai korban tewas.
Kematian penghuni ini, diungkapkan oleh keluarga saat memberikan pengakuan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia ( LPSK).
Baca juga: Bupati Langkat Ternyata tak Hanya Tahan Pengguna Narkoba di Dalam Rumah, Ini Hasil Pemeriksaan BNN

Niat keluarga yang ingin putranya sehat dan normal kembali berada di Kerangkeng itu, justru harus menelan rasa pahit.
Duka yang dirasakan oleh keluarga masih membekas sampai sekarang.
Orangtua korban, tak mengira putranya yang dikira sedang direhabilitasi itu dikabarkan tewas.
Dari investigasi yang dilakukan, LPSK menemukan fakta adanya penghuni yang meninggal saat mendekam di dalam sel pribadi milik Bupati Langkat itu.
Baca juga: Kejanggalan Penjara di Rumah Bupati Langkat Diungkap KPK, Beda Keterangan Polisi, Tahanan Ketakutan

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu mengatakan peristiwa itu terjadi pada 2019.
"Informasi yang kita dapatkan kemarin dan sudah kita konfirmasi terhadap keluarga, adanya korban tewas," kata Wakil Ketua LPSK RI Edwin Partogi Pasaribu, dikutip dari Tribun-Medan.com.
Meski kejadian sudah lama, namun keluarga korban baru berani buka suara usai kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat itu terekspos.