Akhirnya Terungkap Ada Korban Tewas di Sel Dalam Rumah Bupati Langkat, Wajah Penuh Bekas Luka
Sebagaimana heboh, selain ditemukannya puluhan orang di kerangkeng tersebut, lokasi itu juga sudah menuai korban tewas.
Berdasarkan keterangan saksi, penganiayaan terjadi antara periode tahanan baru masuk ke kerangkeng 4 hingga 6 bulan pertama.
Disitu mereka masih berusaha melawan hingga akhirnya terjadi penganiayaan dan berujung maut.
Bahkan, Komnas HAM mengatakan korban tewas terakhir kali dalam setahun belakangan.
Komnas HAM juga menemukan kuburan para penghuni kerangkeng di sejumlah tempat.
"Korban dikebumikan ada di beberapa tempat," ucapnya.
Kata Polisi
Maka dari itu, pihak Komnas HAM dan juga LPSK meminta Polda Sumut untuk melakukan penyelidikan soal kemungkinan adanya korban lain.
"Dalam konteks hilangnya nyawa ini kami menemukan informasi, kami sudah telusuri dan sangat sahih dan ternyata pada saat saya sampaikan, teman-teman Polda Sumut juga menelusuri hilangnya nyawa itu," tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menambahkan hasil penyelidikan sementara ternyata ada korban tewas akibat dianiaya di kerangkeng.
"Kita masih mendalami informasi terkait hilangnya nyawa orang ini. Temuannya sama seperti itu. Kita sudah temukan tempat pemakamannya. Yang kita temukan lebih dari satu," ucap Panca.
Sumber Tribun Bogor
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Mengejutkan, Pengakuan Keluarga Penghuni Lapas Kerangkeng Bupati Langkat yang Meninggal, Penuh Luka