Berita Nasional
Takut Suami Dipindah ke Lapas Nusakambangan, Istri Ini Rela Ditiduri Polisi Hingga Hamil Dua Bulan
Kali ini, polisi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, diduga menyetubuhi istri tahanan kasus narkoba sampai hamil 2 bulan.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Entah apa yang ada di pikiran Bripka IS, sehingga ia tega meniduri istri tahanan.
Ia tergiur oleh kemolekan tubuh istri sorang tahanan kasus narkoba.
Kegilaannya tersebut membawanya sampai ke jalur hukum.
Baca juga: Nasib Korban Rudapaksa Guru Pesantren, Dipaksa Jadi Kuli Bangunan Hingga Mencari Sumbangan

Dalam melakukan aksinya, sang polisi mengancam korban dengan modus memindahkan tempat tahanan sang suami.
Sang wanita yang tak ingin suaminya dipindahkan, akhirnya mengikuti keinginan sang polisi.
Kasus dugaan oknum polisi menyetubuhi anggota keluarga tahanan kembali terjadi.
Kali ini, polisi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, diduga menyetubuhi istri tahanan kasus narkoba sampai hamil 2 bulan.
Baca juga: Nasib Istri Oknum Guru Pesantren Herry Wirawan yang Rudapaksa 12 Santriwati Hingga Lahirkan 8 Anak
Modus polisi tersebut yakni dengan mengancam akan memindahkan suami korban ke Lapas Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah.
Empat lapas di Pulau Nusakambangan dikenal sebagai tempat para narapidana kasus kejahatan tinggi dan memiliki tingkat keamanan tinggi hingga sulit diakses.
Polisi tersebut yakni Bripka IS (39) bertugas di Polres Lahat.
Bripka IS nekat menyetubuhi IN (20), istri dari tahanan berinisial FP (59).
Baca juga: Nasib 12 Santriwarti Korban Rudapaksa HW Guru Pesantren, Termuda 14 Tahun, Ada Melahirkan 2 Kali
FP merupakan tahanan kasus narkoba di LP Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir.
Bripka IS kini dilaporkan oleh FP ke Bid Propam Polda Sumsel pada Jumat (10/12/2021).
Bripka IS dan IN awalnya berkenalan setelah istri oknum polisi tersebut menggadaikan surat tanah kepada korban.
Bripka IS lalu mengajak IN pergi ke Palembang untuk jalan-jalan bersama beberapa orang lainnya yang merupakan teman IN.