Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Willy Kumurur

Euro 2020 dan Bola-bola Rindu

Spanyol pernah mengukir sejarah: Juara EURO 2008, juara Piala Dunia 2010 dan juara EURO 2012. Sedangkan Inggeris adalah ibu pertiwi bola.

handover
Willy Kumurur 

Bola itu adalah kejayaan tim The Three Lions (Tiga Singa) yang entah kapan bisa kembali.

Bola itu masih asyik mengembara ke banyak tempat.

Padahal kompetisi domestik yang bertajuk English Premier League (EPL) adalah yang paling masyhur dan paling bergengsi yang hanya dapat disaingi oleh La Liga Spanyol.

Bintang-bintang bertaburan di EPL, namun sayangnya bintang-bintang itu lebih banyak berasal dari luar.

Anak kandung itu sempat pulang pada tahun 1966, ketika Inggeris meraih Julius Rimet Cup (Piala Dunia saat itu).

Setelah itu, bola pergi jauh dan semakin jauh.

Harapan atas kepulangannya ke dekapan leluhur Britania Raya membubung setiap perhelatan Piala Dunia dan EURO.

Di Euro 2020 (2021) ini, kerinduan atas kepulangannya membuncah kembali dan harapan itu diletakkan di atas pundak tim nasional Inggeris di bawah pimpinan Gareth Southgate.

Dengan status sebagai peringkat keempat dunia, The Three Lions memelihara asa demi memenuhi kerinduan dan mengobati kegelisahan ibu kandung bola.

Pentas EURO 2020 adalah gelanggang para toreros yang rindu untuk mengembalikan kedigdayaan negeri matador.

Ataukah menjadi panggung tiga singa merebut “anak kandung”nya, membawanya pulang kembali ke pangkuan ibu pertiwi yang telah lama merindukannya.****

Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Otak Dangkal di Lautan Digital

 

Paskah dan Jeruji Besi

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved