Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Willy Kumurur

Euro 2020 dan Bola-bola Rindu

Spanyol pernah mengukir sejarah: Juara EURO 2008, juara Piala Dunia 2010 dan juara EURO 2012. Sedangkan Inggeris adalah ibu pertiwi bola.

handover
Willy Kumurur 

Oleh: Willy Kumurur
Penikmat bola, tinggal di Bogor. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

SEBUAH JENDELA untuk menengok masa lalu adalah memori pertama dalam diri setiap orang, demikian ungkap psikolog Austria, Alfred Adler.

Jendela imajiner itu muncul di benak para pemain Spanyol dan Inggeris.

Dari balik jendela itu mereka kembali melongok ke masa silam tatkala tim matador berjaya di panggung Piala Dunia dan EURO.

Spanyol pernah mengukir sejarah: Juara EURO 2008, juara Piala Dunia 2010 dan juara EURO 2012.

Sedangkan Inggeris adalah tempat lahir bola, tanah air bola, ibu pertiwi bola.

Pelatih tim matador Spanyol, Luis Enrique, sesumbar bahwa tim berjuluk La Furia Roja adalah tim favorit memenangkan EURO 2020.

Legenda bola dunia asal Belanda, Johan Cruyff, penganut awal filosofi total football, membawa dan menerapkan filosofi total football ke Spanyol ketika ia menjadi pelatih Barcelona (1988 – 1996).

Diktum total football diciptakan oleh pelatih Rinus Michels untuk Belanda di tahun 1974.

Di antara para pemain asuhannya di Barcelona, ada Pep Guardiola dan Luis Enrique.

Tatkala Guardiola menjadi pelatih Barcelona (2008-2012), ia “menciptakan” tiki-taka yang sama dan sebangun dengan total football, filosofi yang mengguncang jagad tatkala tim Barcelona begitu digdaya dan nyaris tak terkalahkan.

Luis Enrique juga menjadi pelatih Barcelona (2014-2017) dan menerapkan dengan baik filosofi Cruyff dan Guardiola.

Di final Piala Dunia 2010, di bawah asuhan Vicente del Bosque, Spanyol menantang Belanda yang tak pernah menang di dua final Piala Dunia sebelumnya (1974, 1978).

Saat itu, Cruyff lebih mengelu-elukan Spanyol dan menjagokan El Matador.

Mengapa Cruyff amat berpihak kepada Spanyol dan seolah “mengkhianati” negeri leluhurnya Belanda?

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Otak Dangkal di Lautan Digital

 

Paskah dan Jeruji Besi

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved