Catatan Willy Kumurur

Euro 2020 dan Bola-bola Rindu

Spanyol pernah mengukir sejarah: Juara EURO 2008, juara Piala Dunia 2010 dan juara EURO 2012. Sedangkan Inggeris adalah ibu pertiwi bola.

handover
Willy Kumurur 

Mengapa Cruyff amat berpihak kepada Spanyol dan seolah “mengkhianati” negeri leluhurnya Belanda?

Pertama, bukan Belanda yang menerapkan total football di Piala Dunia 2010, malah Spanyol.

Kedua, saat itu, Cruyff adalah legenda Barcelona sekaligus presiden kehormatan klub Catalan tersebut.

Tujuh dari sebelas pemain inti La Furia Roja berasal dari FC Barcelona, asuhan Guardiola, penganut setia sepak bola menyerang dan total football.

Sebaliknya, tim matador Spanyol, juga pernah dihujani kritik oleh Cruyff di Piala Dunia 1994.

Tatkala itu, Spanyol ditangani oleh Javier Clemente; delapan pemain inti Piala Dunia 1994 berasal dari Barcelona yang saat itu diarsiteki oleh Cruyff.

Bagaimana Cruyff tidak geram?

Delapan orang pemainnya dilatih keras untuk sepakbola ofensif/menyerang, namun begitu mereka masuk ke tim nasional mereka diharuskan oleh Clemente untuk memainkan sepakbola defensif/bertahan.

Maka jelaslah bahwa sebenarnya yang dibela oleh Cruyff bukanlah Spanyol, melainkan sepakbola menyerang dan total football yang dimainkan dengan indah oleh para matador Spanyol di tahun 2010.

Sekarang ini, El Matador dilatih oleh Luis Enrique, pewaris filosofi Johan Cruyff.

Ia membawa para toreros - nya menuju EURO 2020 (2021) tanpa seorangpun pemain Real Madrid.

Kapten tim La Furia Roja yaitu Sergio Ramos, bek tangguh dari Los Blancos - Real Madrid tidak diajak oleh Enrique dengan alasan cedera.

Apakah itu berarti bahwa filsafat total football atau tiki-taka akan menjadi roh permainan tim Spanyol?

Telah lama Inggeris merindukan kembalinya bola ke pangkuan ibu pertiwi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved