Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran

Larangan Mudik Lebaran, Ini Kata Pengamat Kesehatan

Larangan mudik yang dimulai pada Kamis (6/5/2021) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Sunny Rumawung 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Larangan mudik yang dimulai pada Kamis (6/5/2021) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut dr Sunny Rumawung pemerhati dan pengamat kesehatan, adalah kebijakan yang baik untuk membatasi pergerakan orang.

Namun dr Sunny Rumawung mengkhawatirkan, pergerakan orang yang sudah dilakukan sebelum waktu pengetatan atay pembatasan serta larang mudik berlangsung Kamis besok.

Baca juga: Robert Winerungan: Larangan Mudik Berdampak Langsung ke 4 Sektor Ekonomi

Baca juga: Olly Dondokambey Pacu Peningkatkan SDM Pariwisata, Dispar Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Selam

"Maka dari itu, pemerintah melalui satgas yang ada harus melakukan antisipasi. Terhadap pendatang yang sudah lebih dulu masuk ke provinsi Sulut hingga ke kabupaten kota, bebepa waktu yang lalu," kata Sunny Rumawung Rabu (5/5/2021).

Lanjut dr Sunny Rumawung, tugas ini wajib dan harus dilakukan pemerintah dan satgas yang ada di 69 kelurahan di delapan kecamatan se kota Bitung.

Selain itu, Sunny melihat ke aspek pergerakan masyarakat yang ada di dalam daerah.

Dimana menjelang hari raya Idul Fitri pasti akan mendatangi pusat keramaian, mall, toko, pasar tradisional dan tempat lainnya.

Baca juga: Maurits Mantiri - Hengky Honandar Kucur Rp 13 Miliar untuk THR

Untuk berbelanja kebutuhan jelang lebaran.

Melihat potensi itu, butuh keterlibatan petugas kepolisian, TNI dan pemerintah untuk turun ke lapangan melakukan pemantauan aktivitas masyarakat, apakah menerapkan protokol kesehatan atau tidak.

Jangan segan untuk melakukan penindakan, kepada mereka yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved