Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tajuk Tamu Tribun Manado

Championship Point Belum sebagai The Champion

Yang perlu digarisbawahi dalam pertandingan kali ini adalah ‘fokus dan kegigihan’ kedua petenis dalam mencapai tujuan akhir.

Dokumentasi pribadi
Teddy Tandaju MBA (Adv) 

Oleh:

Teddy Tandaju, MBA (Adv)
Certified Business Coach
Dosen Prodi Manajemen Unika De La Salle Manado

SEBAGAI seorang penggemar tenis lapangan, saya rela meluangkan waktu bahkan dapat me-reschedule beberapa appointments hanya untuk menonton siaran langsung pertandingan internasional.

Sama seperti yang terjadi pada final tenis Barcelona Open 2021 lalu yang mempertemukan Rafael Nadal (Spanyol) dan Stefanos Tsitsipas (Yunani), saya mengikuti hingga akhir pertandingan yang berakhir mendekati pukul 2 dini hari.

Berkaca dari pertandingan tersebut, saya berikan apresiasi tinggi untuk kedua pemain yang berjuang hingga ‘tetes keringat terakhir’ di mana keduanya saling bergantian mencapai ‘Championship Point’, walau akhirnya duel dimenangkan oleh si Raja Tanah Liat, Rafael Nadal.

Bagi saya, pemenang Barcelona Open 2021 adalah keduanya. Kenapa? Kualitas mental unggul ditunjukkan kedua olahragawan professional ini.

Yang perlu digarisbawahi dalam pertandingan kali ini adalah ‘fokus dan kegigihan’ kedua petenis dalam mencapai tujuan akhir.

Sebenarnya, dua hal penting dalam semangat hidup ini dapat ditemui dalam diri dan pikiran kita.

Apa yang kita pikirkan akan sangat berpengaruh pada hasil yang diperoleh seperti yang digambarkan dalam buku The Secret karya Rondha Byrne, di tahun 2006.

Kekuatan pikiranlah yang mampu membawa hidup kita ke arah yang baik ataupun buruk.

Jika kita selalu memikirkan kesusahan, maka jadilah kita tambah kesusahan.

Jika kita selalu memikirkan mengapa kita selalu saja sengsara, maka kita tambah selalu sengsara.

Jika kita selalu mengeluh dan berpikir ‘kalah’, maka jadilah kita kalah.

Itulah sebab mengapa orang sukses selalu dapat apa yang dia inginkan, bukan karena uangnya banyak, tapi karena pikirannya sudah jauh dari kesusahan dan hambatan, pikirannya selalu optimis.

Di hatinya, dia selalu mengucapkam mantra, “aku bisa dan selalu bisa”. Maka, dia tambah sukses, kaya dan jalannya selalu mulus.

Itulah sebabnya mengapa orang gagal jadi tambah ‘miskin’, karena dia berpikiran susah melulu, hambatan melulu, sial melulu, maka hatinya akan membaca mantra “Akulah yang paling susah sedunia”.

Lalu, jadilah dia tambah miskin dan selalu saja sial, terhambat melulu jalan hidupnya.

Maka, jagalah pikiran! Dengan cara fokus, gigih, berpikir positif dan selalu penuh rasa syukur.

Pertandingan belum usai sampai mencapai titik ‘Game Over’.

Berkali-kali mencapai Championship Point bukanlah akhir dari pertandingan karena masih dibutuhkan satu ‘pukulan’ kemenangan untuk menyelesaikan pertandingan.

Dan, bisa saja lawan yang berbalik mencapai titik itu. Jangan pernah merasa sudah menang sebelum menyelesaikan keseluruhan pertandingan.

Tenis Barcelona Open 2021 telah memberikan contoh baik akan hal ini.

Game over is the finish line. (*)

Baca juga: KKB Papua TAK GENTAR Hadapi Pasukan Khusus, Jubir OPM: Sampai Papua Merdeka

Baca juga: Nikita Mirzani Menangis dan Peluk Istri Kru KRI Nanggala 402, Dengar Curhat Aku Sedih Mulu di Sini

Baca juga: Terkait Deklarasi Partai Ummat, Pengamat: Parpol Baru Perlu Kerja Keras untuk Eksis di Indonesia

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Musafir Jurnalis

 

Otak Dangkal di Lautan Digital

 

Paskah dan Jeruji Besi

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved