Partai Ummat
Terkait Deklarasi Partai Ummat, Pengamat: Parpol Baru Perlu Kerja Keras untuk Eksis di Indonesia
Munculnya partai politik (parpol) baru di Indonesia pasca tahun 1998 nampaknya telah menjadi fenomena klasik
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Munculnya partai politik (parpol) baru di Indonesia pasca tahun 1998 nampaknya telah menjadi fenomena klasik dan pada umumnya terjadi karena 'pecah kongsi' dalam internal dimana terjadi persaingan keras antar faksi-faksi yang ada.
Kerasnya persaingan menyebabkan sulit menemukan titik kompromi politik dan muaranya salah satu fraksi akan memilih mendirikan parpol baru.
Dikatakan Pengamat Politik Sulut Taufik Tunbelaka, bahwa dalam perjalanan sejarah politik Indonesia terkait bermunculannya parpol baru terjadi 'seleksi alam' yang kuat, dimana parpol baru harus mengalami persaingan merebut massa pendukung.
Baca juga: Ketua PAN Bitung Gunawan Pontoh Tidak Terpengaruh dengan Partai Ummat
Baca juga: KB Bukopin Konsisten Transformasi di New Normal, Bisnis Membaik di Triwulan I 2021
"Persaingan ini menjadi menarik dikarenakan jualan "warna politik" atau yang diistilahkan 'ideologi' parpol banyak yang hampir seragam dengan semangat perjuangan yang hampir mirip bahkan dapat dikatakan sama," ujar Tumbelaka kepada Tribun Manado.
Kata dia, Hal ini otomatis menjadi tantangan tersendiri bagi para parpol baru dalam merebut "pasar" terkait penciptaan basis massa.
"Perjalanan parpol baru di Indonesia selama ini tidak selamanya berakhir sesuai harapan. Sebab, kerasnya persaingan menyebabkan parpol baru kesulitan menunjukan eksistensinya," jelasnya.
Baca juga: Operasi Yustisi Cegah Penyebaran Covid-19 di Pulau Terluar, Warga Diimbau Tetap Patuhi Prokes
Baca juga: Partai Ummat Hadir di Sulut, Ayub Ali Belum Tahu Ada Kader PAN Membelot

Menurutnya, dalam perjalanan perpecahan internal parpol yang bermuara lahir parpol baru di Indonesia dalam 2 - 3 dekade terakhir memang tidak banyak menghasilkan hasil kurang menggembirakan.
"Tidak sedikit juga parpol baru gagal meraih capaian dukungan apalagi terciptanya basis massa tak terkecuali di Sulawesi Utara," sebut Tumbelaka.
Tentu, jika dilihat, situasi akan semakin berat bagi parpol baru dalam menghadapi Pemilu 2024 dikarenakan waktu yang pendek untuk sosialisasi dalam arti sudah kalah start dengan parpol lama.
"Untuk itu perlu kerja extra keras dengan strategi khusus plus kejelian memainkan manajemen issue. Jika tidak maka parpol baru berpotensi tereliminasi," pungkas Tumbelaka. (Mjr).
Baca juga: Rayakan HUT ke-1, Fave Hotel Bitung Kerja Sama dengan Tribun Manado
Baca juga: Pemkot Kotamobagu Usulkan 80 CPNS ke Kemenpan RB
YOUTUBE TRIBUN MANADO: