Pandemi Covid 19

Pandemi Covid-19 di India Kian Mengkhawatirkan, Bantuan Mulai Berdatangan

Di New Delhi, sebuah lapangan parkir diubah menjadi krematorium di mana warga mengatakan mereka tidak pernah melihat fenomena seperti ini.

AP
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di kala India terus membukukan rekor baru virus Covid-19 dengan sistem perawatan kesehatan yang hampir ambruk, bantuan luar negeri mulai berdatangan.

Dua pesawat Rusia yang membawa peralatan medis tiba di ibu kota New Delhi, Kamis (29/4/2021).

Kedatangan mereka menyusul kedatangan bantuan serupa dari Inggris pada malam sebelumnya.

Mengutip warta VOA Indonesia, Menteri Luar Negeri India Harsh Vardhan Shringla mengukuhkan kedatangan bantuan dari Rusia dan Inggris.

Ia mengatakan, bantuan dari Inggris mencakup sejumlah konsentrator oksigen dan ventilator, sementara bantuan dari Rusia berupa peralatan penghasil oksigen.

Menurut, Shringla, Rusia juga menyumbangkan Favipiravir, obat antivirus untuk pengobatan Covid-19.

Rekor Baru

India mencetak rekor global baru, Kamis, dengan ditemukannya 375.000 kasus baru.

Sejauh ini India melaporkan lebih dari 18,3 juta kasus, dan posisinya dalam jumlah kasus hanya di belakang Amerika Serikat.

Kementerian kesehatan India melaporkan 3.645 kematian dalam periode 24 jam terakhir, sehingga menjadikan total kematian di India 204.832.

Tumpukan kayu bakar yang digunakan di berbagai krematorium di India menunjukkan bagaimana hampir 200.000 orang telah meninggal akibat virus corona.

Di New Delhi, sebuah lapangan parkir diubah menjadi krematorium di mana warga mengatakan mereka tidak pernah melihat fenomena seperti ini.

Banyak keluarga di rumah sakit, seperti di Bareilly, berdebat dengan perawat dan dokter ketika orang-orang yang mereka kasihi sekarat karena ketidaktersediaan oksigen.

Banyak pakar meyakini jumlah kasus dan jumlah kematian sesungguhnya lebih besar dari yang tercatat, namun tidak ada perkiraan yang pasti.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved