Breaking News:

Info BMKG

Begini Penjelasan BMKG Manado Soal Peringatan Dini Siklon Tropis di Sulawesi Utara

Kondisi Atmosfer di Wilayah Sulawesi Utara pada tanggal 12 April 2021, terdapat adanya pembentukan area pertemuan dan perlambatan kecepatan angin.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
BMKG Sulawesi Utara mencatat bibit Siklon Tropis 94w terbentuk di wilayah Samudra Pasifik. Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pun diminta mewaspadai Banjir bandang. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - BMKG Sulawesi Utara mencatat bibit Siklon Tropis 94w terbentuk di wilayah Samudra Pasifik.

Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pun diminta mewaspadai banjir bandang.

Hal itu diungkapkan pihak BMKG berdasarkan hasil pantauan adanya Bibit Siklon Tropis 94W di Samudera Pasifik Utara Papua.

Beda Keyakinan, Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara Tetap Harmonis, Saling Support di Bulan Puasa

Moeldoko Keliling TMII, Lihat Potensi Bidang Sosial, Budaya, Teknologi, Sentil Bagian Komersil

Peringatan Dini BMKG: Bolaang Mongondow Raya Waspada Cuaca Esktrem

Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi di Manado Ben Arthur Molle menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan kondisi Atmosfer di Wilayah Sulawesi Utara pada tanggal 12 April 2021, terdapat adanya pembentukan area pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (Konvergensi). 

Kondisi ini menyebabkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan sehingga terjadi hujan sedang hingga lebat pada siang hingga sore hari disertai angin kencang dengan kecepatan maximum mencapai 32 Knot (60 Km/Jam).

Kondisi cuaca pada sepekan kedepan diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar Sulawesi Utara, dan beberapa wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat dan angin kencang. Kondisi tersebut dipengaruhi akibat adanya Bibit Siklon Tropis 94W. 

"Perlu kami ingatkan kembali bahwa pada periode April dan Mei 2021 merupakan masa peralihan (Pancaroba)," ucapnya.

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) juga masih perlu diwaspadai di masa pancaroba yang dapat mengakibatkan kondisi ekstrim.

Cuaca yang dapat terjadi pada periode peralihan yaitu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi yang singkat dan disertai angin sangat kencang. 

"Kondisi tersebut dapat disertai dengan fenomena hujan es dan puting beliung pada kondisi atmosfer lokal yang sangat labil," tandasnya.

Pada masa peralihan, perubahan cuaca signifikan menjadi cuaca buruk akan sering terjadi pada siang hingga malam hari.

Masyarakat dan Stakeholder perlu mewaspadai kondisi cuaca ekstrim pada periode bibit Siklon Tropis 94W yang dapat menimbulkan kerugian terhadap aktivitas baik terkait aktivitas penerbangan maupun masyarakat secara umum. 

"Kami juga menghimbau bagi masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana banjir dan tanah longsor agar lebih meningkatkan kewaspadaan, serta dapat memantau informasi peringatan dini cuaca ekstrim dan prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado," ujar Arthur.

Chord Gone - Rose BLACKPINK, Kunci Gitar Dasar dari D, Lirik Lagu I Thought That Youd Remember

Cewek Manado, Lenda Toalu Berharap Pariwisata Sulut Kembali Bergairah di Tengah Pandemi Covid-19

Pria 53 Tahun Dicambuk 45 Kali, Gara-gara Sudah Beristri Nekat Berkali-kali Berhubungan dengan Gadis

Berita tentang Info BMKG lainnya. 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved