Tajuk Tamu Tribun Manado
Pekan Suci Sebagai Potensi Wisata Religi Berbasis Komunitas
Pada setiap malam Kamis Putih pasti bertepatan dengan bulan purnama dan momen ‘Bulan Terang’ ini masih dapat dinikmati hingga Minggu Paskah.
Bagi turis yang ingin menikmati makna atraksi religi ataupun ingin melihat sesuatu yang berbeda dari daerah asalnya dapat memanfaatkan moment ini.
Dalam Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung dan Pesta Paskah), turis akan menikmati suatu suguhan kekhusyukan umat Kristiani Minahasa yang merayakan ‘momen suci’ ini dengan cara tersendiri.
Dari pilihan warna kustom pakaian yang dikenakan hingga berbagai kegiatan religi yang sarat makna.
Salah satu potensi/alternatif wisata kontemporer yang dapat dipadukan dengan unsur religi pada perayaan Pekan Suci yakni dapat digelar paket wisata soul wellness tourism (wisata penyegaran jiwa) dalam bentuk retreat/recolleciton maupun personal or group reflections.
Tour operator dapat bekerja sama dengan lembaga keagamaan untuk mengatur suatu program khusus yang mengakomodir paket wisata khusus selama pekan suci ini.
Paket wisata yang dapat ditawarkan bagi turis diatur sedemikian rupa dengan pemberdayaan akomodasi ‘homestay’ yang sebenarnya dapat menjadi basis wisata dan potensi pendapatan ekonomi masyarakat.
Pekan Suci merupakan momen yang tepat untuk melaksanakan suatu wisata refleksi karena pada setiap malam Kamis Putih pasti bertepatan dengan bulan purnama dan momen ‘Bulan Terang’ ini masih dapat dinikmati hingga Minggu Paskah.
Jika program ini dilaksanakan dalam suasana open air di lokasi yang jauh dari kebisingan, pasti akan menambah makna soul wellness tourism.
Atraksi lain yang menjadi daya tarik wisata religi selama masa Paskah yang dapat dinikmati turis yakni keikutsertaan mereka dalam beragam kegiatan komunitas maupun gereja, misalnya lomba olahraga dan seni, parade obor dan lilin, jalan salib, dan pawai Paskah hingga turut menikmati meriahnya acara anak-anak dalam ‘Sekolah Minggu’.
Tentunya, paket wisata yang lebih lengkap dapat dipadukan tour operator dengan memasukkan wisata alam, budaya, adventure dan lain-lain.
Intinya, tour operator maupun pelaku pariwisata lainnya dapat memanfaatkan moment wisata religi Paskah ini untuk mendatangkan turis yang dipaketkan dengan jenis wisata lainnya.
Di akhir presentasi saya, Prof Noel Scott Ph.D dari University of Sunshine Coast, Australia, memberikan komentar bahwa tanpa beliau sadari potensi wisata religi, khususnya Paskah, dapat menjadi suatu basis wisata komunitas/masyarakat yang dapat diangkat sebagai alternatif wisata di daerah lain di berbagai negara.
Namun, khusus di Tanah Minahasa, wisata religi masa Paskah ini menjanjikan suatu potensi peningkatan ekonomi dan kunjungan turis, jika dikelola dan ditata secara terintegrasi bersama masyarakat dan para stakeholder terkait.
Ingat! Masih jutaan turis di luar sana yang tetap mencari suatu atraksi novelty dan authenticity yang berbeda dari daerah asalnya di suatu destinasi wisata untuk mereka nikmati, alami, rasakan, dan kenang sebagai suatu pengalaman indah, berharga dan bermakna. (*)
Baca juga: Keajaiban Datang di Saat Tak Terduga, Pengantin Terjebak Banjir Tak Bisa ke Acara Pernikahan
Baca juga: Sulawesi Utara Surganya Pertambangan Ilegal
Baca juga: Harga Toyota Turun hingga Puluhan Juta Rupiah, Ikuti Online Customer Gathering Jumat 26 Maret 2021