Breaking News:

Torang Kanal

Mahasiswi Cantik Sasya Anita Monika Sagemba Nonton Cap Go Meh Hingga Kehujanan

Cap Go Meh atau pasiar Tapikong dan bagi-bagi angpau, di momentum Tahun Baru Imlek begitu disukai Sasya Anita Monika Sagemba

Kolase/Tribun Manado/ Ronald Moha
Sasya Anita Monika Sagemba 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Cap Go Meh atau pasiar Tapikong dan bagi-bagi angpau, di momentum Tahun Baru Imlek

begitu disukai Sasya Anita Monika Sagemba mahasiswi Fakuktas Kedokteran, program studi Keperawatan Unsrat Manado.

Mengapa? Menurut Tasya sapaannya, dua kegiatan itu sangat unik.

“Jarang-jarang juga, tidak setiap bisa menyaksikan itu. Hanya setiap memperingati tahun baru Imlek,” kata Tasya.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut Jalani Rapid Tes Antigen : Puji Tuhan Hasilnya Negatif

Jelang Hari Raya Imlek, Kapolda Sulut Ingatkan Lebih Baik di Rumah

32 Tenaga Kesehatan di Puskesmas Duminanga Terima Vaksin Covid-19 

Tahun ini tahun baru Imlek atau Sin Cia 1 Ca Gue 2572 dengan lambang kekuatan atau Sio Sapi, bakal digelar berbeda.

Karena Pandemi Covid-19, kegiatan yang pada umumnya menyedot perhatian khalayak ramai harus di batasi lewat penerapan protokol kesehatan.

Dara kelahiran Desa Passo 12 Agustus ini, menaruh rasa penasarannya terhadap atraksi para Tang Sin saat arak-arakkan ritual Cap Go Meh.

Tasya penasaran, ingin tau bagaimana ritual itu bisa dilakukan.

KPK Pantau Manajemen Aset Daerah di Sulut, Terpantau Baru Capai 82 Persen

KPK Tuntaskan Evaluasi, Sulut Terbaik Kedua Pencegahan Korupsi se-Indonesia

Bagian atraksi para Tang Sin merupakan, primadona bagi penonton ketika menyaksikan prosesi Cap Go Meh mengelilingi sejumlah ruas jalan protokol.

Di atas Kio, para Tang Sin yang di yakini sebagai Roh Yang Maha Kuasa memeragakkan atraksi ekstrem seperti menusuk pipi, memotong lidah dan punggung.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved