Breaking News:

Tajuk Tamu Tribun Manado

Menelaah Tantangan Pendidikan Saat Ini

Pendidikan sebagai hak asasi manusia, harus terus bergerak bagaimanapun cara dan model serta metodenya.

Istimewa
Ilustrasi siswa belajar daring. 

Oleh:
Ambrosius M Loho M.Fil
Dosen Universitas Katolik De La Salle Manado
Pegiat Filsafat

TULISAN singkat ini akan mengulas sedikit tentang pendidikan. Pertanyaan mendasarnya, apakah pendidikan saat ini telah berjalan sebagaimana undang undang hak asasi manusia? Benarkah pendidikan sudah menjamin kelancaran proses nya ditengah pandemi?

Pertanyaan ini bukan tanpa dasar. Karena hemat penulis berangkat dari realitas yang terjadi di lapangan.

Fakta yang tampak kini, cukup banyak siswa yang tidak belajar, kendati mereka telah diberitahu untuk belajar daring/online. Banyak siswa pada segala tingkatan, yang tidak belajar sebagaimana seharusnnya dan semestinya. Kebanyakan hanya memenuhi tuntutan kehadiran dalam proses KBM di bagian awal, setelah itu meninggalkan ruang zoom, dan entah apa yang dilaksanakan selanjutnya. Fakta-fakta ini memang benar terjadi sejak diberlakukannya pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran ber-platform online.

Kendati hal itu terjadi dan berlangsung terus, pendidikan dan prosesnya harus jalan terus. Pendidikan sebagai hak asasi manusia, harus terus bergerak bagaimanapun cara dan model serta metodenya.

Jika demikian, apa yang perlu diupayakan? Apa yang paling mendesak harus diubah? Hemat penulis, yang harus diubah dan terus diupayakan adalah sikap adaptif dengan model pembelajaran online, penyesuaiam diri (subjek pengajar-pendidik) dengan teknologi, peningkatan keterampilan, kapasitas dan kapabilitas serta penguasaan materi pada pendidik-pengajar. Poin-poin ini mutlak dan amat 'update' untuk dijalankan. Para pendidik harus siap dan siap sedia, dalam arti bahwa tidak ada jalan lain selain belajar untuk beradaptasi dengan keadaan.

Keadaan pembelajaran online, harus dikuasai oleh pendidik, pendidik harus siap sedia, dan tidak semata hanya berorientasi hasil. Maka budaya teknologi harus dijadikan budaya saya, budaya pengajar, budaya pendidik.

Budaya teknologi tidak hanya menggunakan teknologi dan menjadi konsumtif, tapi justru harus membawa kemanfaatan bagi diri (individu pengajar) dan masyarakat. Niscaya, individu yang sedemikian adaptif, menjadi kunci dalam pembelajaran apapun modelnya.

Bravo pendidikan. Salam sehat. (*)

Baca juga: SBY Jualan Nasi Goreng di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Penjelasan Wasekjen Partai Demokrat

Baca juga: Pemerintah RI Digugat Rp 56 Miliar, Tommy Soeharto Tuntut Para Tergugat Bayar Uang Paksa

Baca juga: YouTuber Jake Paul Olok-olok Conor McGregor yang TKO Lawan Dustin Poirier, Sebut Tayangan Terburuk

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved