Angka Kemiskinan
Pemprov Sulut Fokus Tekan Angka Kemiskinan, Data Terakhir Penduduk Miskin 192,37 Ribu Orang
Sekprov Sulut Edwin Silangen membatalkan, penanganan kemiskinan harus dihadapi secara berkolaborasi antara provinsi dan kabupaten kota
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM).
Baca juga: Peringatan Dini Besok Kamis 21 Januari 2021, BMKG: Sejumlah Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem
Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan.
Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kkalori per kapita perhari.
Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll).
Baca juga: Dampak Jika Makan Cepat, Berpotensi Obesitas & Diabetes, Ini Alasannya
Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.
Paket komoditi kebutuhan dasar non-makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi dasar non makanan di
perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan.
Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan Maret 2020 adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional) bulan Maret 2020.(ndo)
Baca juga: Pesan Gadis Cantik Asal Kazakhstan Dayana ke Followers di Indonesia Saat Ngobrol Dengan Fiki Naki
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO: