Angka Kemiskinan
Pemprov Sulut Fokus Tekan Angka Kemiskinan, Data Terakhir Penduduk Miskin 192,37 Ribu Orang
Sekprov Sulut Edwin Silangen membatalkan, penanganan kemiskinan harus dihadapi secara berkolaborasi antara provinsi dan kabupaten kota
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemprov Sulut berupaya keras menekan angka kemiskinan.
Sekprov Sulut Edwin Silangen membatalkan, penanganan kemiskinan harus dihadapi secara berkolaborasi antara provinsi dan kabupaten kota.
“Jika kita mencermati data, memang cukup berfluktuatif perubahannya. Melihat tren dari 2016-2019 kita mampu menekan angka kemiskinan di 15 kabupaten kota,” ujar Silangen dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Fakir Miskin Tingkat Provinsi Sulut Tahun 2021 di Swiss Belhotel Maleosan Manado, Rabu (20/01/2021).
Silangen menuturkan, pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 berdampak pada peningkatan jumlah fakir miskin di Sulut.
Baca juga: Bupati Minahasa ROR Dampingi Mensos Risma Tinjau Daerah Terdampak Bencana Alam
Baca juga: PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Manado, Empat Hari Pasca-Banjir
Baca juga: Inginkan Tomohon ke Arah Semakin Baik, Ini Harapan JGE di Era Pemerintahan CS-WL
Baca juga: Profil Diana Listyo, Istri dari Calon Kapolri, Punya Panggilan Hati Memelihara Anak Yatim
Hal serupa juga dialami daerah lainnya di Indonesia.
“Kalau kita catat sampai dengan akhir tahun 2020 pasti terjadi peningkatan karena kita semua sedang menghadapi situasi pendemi Covid-19 ini,” katanya.
Hal itu, kata Silangen, tak lepas dari adanya pembatasan sosial dalam rangka melawan pandemi Covid-19.
Baca juga: Masih Ingat Kepala Desa Cantik Asal Bolmong Gita Tuuk, Pernah Viral, Ajak Warga Divaksin Covid-19
Baca juga: Ini Warna Baru Yamaha R15
Aktivitas ekonomi masyarakat mengalami perlambatan. Bersyukur, masih ada stimulus dari pemerintah melalui bantuan sosial.
"Tugas kita bersama bagaimana mempertahankan masyarakat yang ada di garis bawah kemiskinan ini tidak jatuh lebih dalam lagi,” lanjutnya.
Untuk itu, ia meminta jajaran Dinas Sosial Sulut dan kabupaten kota bersama bank Himbara untuk berupaya ditahun 2021 ini sudah bisa melakukan verifikasi dan validasi data penduduk miskin.
Baca juga: Respons Andhika Pratama Saat Lihat Ada Motor BMW di Halaman Rumah, Hadiah Dari Ussy Sulistiawaty
Baca juga: New Honda CBR150R Segera di Sulut, Berikut Fitur-fitur Unggulnya
Data yang sudah terverifikasi ini berpengaruh terhadap Bantuan Sosial baik yang dikucurkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Bantuan itu, di antaranya, Program Keluarga Harapan (PKH), Nantuan Sosial Sembako dan Bantuan Sosial Tunai.
Kadis Sosial Sulut Rinny Tamuntuan mengatakan, tujuan rakor ini untuk mengevaluasi pelaksanaan bantuan sosial penanganan fakir miskin di Sulut tahun 2020.
Baca juga: Bunga Tabebuya, Bawa Sensasi Jepang di Lolak Bolmong
"Terutama yang menyangkut Nantuan Sosial berupa PKH, program sembako dan Bantuan Sosial Tunai," jelas Tamuntuan.
Terkait itu, data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut menyebut, pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin di Sulut mencapai 192,37 ribu orang.