Catatan Willy Kumurur
Cerita yang Sedang Ditulis
Dalam konteks bilangan dan ukuran gerakan itulah perjalanan kita tiba di sebuah tempat, di tepi garis imajiner, berjarak empat hari.
Telah kita susuri perjalanan hidup selama tiga ratus enam puluh lima hari; saat kita menengok ke belakang, yang kita tatap adalah deretan kenyataan.
Di sana terletak taburan kenangan: manis, pahit, senang, susah, baik dan buruk.
Selama kurun waktu itu ada senyum canda-ria, linangan air mata, derai tawa maupun duka-nestapa.
Tahun 2020 telah berlalu, tahun itu akan terus dikenang sebagai tahun paling mencekam dalam sejarah umat manusia.
Koran bisnis Filipina, Business Mirror, jauh-jauh hari telah menulis: “tidak peduli apa yang mungkin terjadi sebelum kalender berubah menjadi Tahun Baru.
Tahun 2020 tercatat dalam buku sejarah sebagai year of all kinds of weird things (tahun segala jenis hal-hal aneh).
Majalah Reader’s Digest dan media lain melukiskan tahun 2020 sebagai the bizarre year (tahun paling aneh).
Sementara Majalah TIME mendeklarasikan tahun 2020 sebagai tahun terburuk yang pernah ada.
Jurnalis situs Bloomberg Quint Opinion, Parry Ravindranathan, menulis headline opini, 2020: an unforgettable year for media (tahun 2020 adalah tahun yang tak terlupakan untuk media).
Harian The New York Times dalam tajuknya menulis bahwa 2020 adalah tahun yang sulit.
Adalah Covid-19 yang membuat tahun 2020 sebagai tahun paling tidak nyaman untuk diingat.
Di tahun tersebut, banyak orang kehilangan anggota keluarganya.
Tak sedikit yang kehilangan pekerjaan atau yang bisnisnya hancur, dan hal-hal buruk lainnya.
Perayaan Tahun Baru di banyak tempat sunyi sepi.
Times Square di New York yang biasanya ramai, nampak senyap. Menara Eiffel di Paris juga lengang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/willy-kumurur_20180213_095358.jpg)