Demam Berdarah Dengue

Hingga November 2020 Ada 12 Kasus DBD di Bolsel, Satu Orang Meninggal Dunia 

Data Dinas Kesehatan Pemkab Bolsel menunjukkan, selang Januari-November, jumlah kasus paling banyak di Bulan November dan satu di antaranya meninggal

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Fogging untuk mencegah DBD 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bolsel meningkat di akhir tahun. 

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bolsel menunjukkan, selang Januari-November, jumlah kasus paling banyak di Bulan November dan satu di antaranya meninggal dunia.

Sampai November lalu tercatat 12 kasus. 

Di antaranya pada Bulan Februari 1 kasus di Desa Milangodaa, Kecamatan Tomini, Maret 4 kasus di Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Agustus 1 kasus di Desa Pinolosian, Kecamatan Pinolosian dan November 6 kasus. 

Baca juga: 3 Paslon di Sulut Gugat Hasil Pilkada ke MK, Steven Kandouw: Silahkan Gunakan Koridornya

Baca juga: Pilkada Dalam Cengkeraman Oligarki

Baca juga: Sosok Petrus Reinhard Golose, Putra Manado Dilantik jadi Kepala BNN, Pernah Lumpuhkan Dr Azhari

Masing-masing 4 kasus di Desa Duminanga, Kecamatan Helumo dan 2 kasus di Desa Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki.

"Dari 12 kasus ini satu orang meninggal di Desa Duminanga November lalu. Satu orang sementara menjalani perawatan dan 10 orang lainnya sudah sembuh," kata Kepala Dinkes Bolsel, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Juonenita Restia Tambun, Rabu (23/12/2020). 

Dikatakannya, Dinkes Bolsel telah melakukan langkah pencegahan. 

Antara lain berkoordinasi dengan penerintah desa dan kecamatan untuk melakukan kerja bakti bersih-bersih lingkungan.

Baca juga: Sekda Marzanzius Ohy Bantah Jika Kabupaten Bolsel Masuk Zona Merah Covid-19 

"Kita juga sudah melakukan pengasapan (fogging) di titik-titik yang dinilai rawan," kata dia. 

Di sisi lain, kabarnya di bulan ini kasus DBD melonjak di Kecamatan Helumo. 

Informasi dari Puskesmas (PKM) setempat, sampai saat ini tercatat 12 warga Helumo dinyatakan positif tertular penyakit yang disebabkan oleh gigitan Aedes Aegypti tersebut. 

"10 orang di Desa Duminanga, 1 orang di Desa Halabolu dan 1 orang lagi di Desa Transpato'a," sebut Kepala PKM Duminanga Sriwahyuni Kadullah.

Baca juga: Belajar Politik dari Yasti Soepredjo Mokoagow dan Herson Mayulu

Menurutnya, kasus pertama terjadi pada Oktober lalu. 

"Kami menerima laporan dari warga," sahutnya.

Namun, lanjutnya, ketika petugas surveilens turun melakukan Pelacakan Epidemologi (PE) di rumah pasien, tidak ditemukan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Baca juga: PT VIF Rayakan Ibadah Natal, Maknai Natal, Meskipun Nol Tetap Hadirkan Tuhan

"Langkah selanjutnya kita lakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yakni dengan 3M (Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air dan Mengubur barang-barang bekas)," terangnya.

Selain itu, katanya, sebagai langkah pencegahan sudab dilakukan pengasapan 

"Fogging di tiga titik (tiga desa)," kuncinya. (Nie)

Baca juga: Letjen TNI Muhammad Herindra Jadi Wamen Menhan, Dampingi Prabowo Gantikan Wahyu Sakti Trenggono

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved