Breaking News:

Citizen Journalism

Indahnya Padang Savana di Pulau Bangka Likupang

Saya butuh waktu hampir 1 jam untuk tiba di puncak padang savana karena dari setengah perjalanan ada banyak spot foto yang sayang jika diabaikan.

Dokumentasi Yudith S Rondonuwu
Wisata di Pulau Bangka, Likupang Timur, Minahasa Utara. 

Usai seru-seruan menari, saya dan beberapa rekan yang lain disuguhi kelapa muda langsung dari pohonnya oleh masyarakat sekitar.

Kami KPA Likupang bersama Kelompok penari Kabasaran bersama Hukum Tua Desa Lihunu Jody Umboh.
Kami KPA Likupang bersama Kelompok penari Kabasaran bersama Hukum Tua Desa Lihunu Jody Umboh. (Dokumentasi Yudith S Rondonuwu)

Hal lain yang membuat nyaman berwisata ke Desa Lihunu adalah penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 yang patut diapresiasi. Di depan rumah-rumah penduduk tersedia tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun dan air mengalir. Juga tersedia tempat sampah yang unik yaitu buatan sendiri dari kayu dan ada juga dari bambu.

“Kami ingin Desa Lihunu bisa dicanangkan menjadi desa wisata karena dengan segala potensi alam yang ada dan masyarakat yang mau dibina menjadi masyarakat sadar wisata, walaupun di masa pandemik ini, tapi kami optimis mampu menghadirkan destinasi wisata yang sehat, menghibur dan berkesan baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” kata Hukum Tua Jody Umboh didampingi istrinya selaku Ketua PKK Desa Lihunu yang sukses dengan event lomba kebersihan antarlingkungan, Eva Takumangsang.

Sudah cuci tangan, selanjutnya saya pun ikut menikmati makan siang yaitu kuliner ikan bakar dengan dabu-dabu (sambal) ekstra pedas dan ikan bumbu santan. Air jeruk dengan es batu dan rujak mangga menjadi pilihan makanan penutup yang disajikan Hukum Tua bagi kami, para tamu undangan.

Menyusuri padang savana di Pulau Bangka.
Menyusuri padang savana di Pulau Bangka. (Dokumentasi Yudith S Rondonuwu)

“Mari kita siapkan energi sebelum mendaki gunung melihat padang savana. Penasaran kenapa tempat ini sampai dijadikan lokasi prewedding,” ungkap Michele, seorang rekan jurnalis.

Baca juga: Ini Dia Wisata Bersejarah di Pulau Bangka

Saya butuh waktu hampir 1 jam untuk tiba di puncak padang savana karena dari setengah perjalanan ada banyak spot foto yang sayang jika diabaikan.

Hahaha... saya tidak begitu takut ketinggalan rombongan karena ketika akan masuk ke padang savana... walaupun jauh namun kelompok yang sudah jalan di depan masih kelihatan karena rerumputan yang tidak begitu tinggi.

Pemandangan padang savana Pulau Bangka
Pemandangan padang savana Pulau Bangka (Dokumentasi Yudith S Rondonuwu)

Ada beberapa rekan saya yang harus berhenti sejenak karena memang tracking ke lokasi ini cukup menantang. Saya sendiri sudah beberapa kali ke Desa Lihunu namun ini adalah kali pertama untuk menjajaki padang savana yang memang jalan masuknya baru dirintis para Karang Taruna di desa setempat.

Hemm... rupanya untuk bisa sampai ke padang savana melalui Desa Lihunu, setiap orang harus melalui permukiman penduduk, daerah ladang, beberapa bukit dan lembah.

Sungguh luar biasa... dan lelah itu pun terbayar ketika tiba di puncak padang savana yang oleh warga desa setempat disebut Puncak Empung.

Kami mengabadikan keindahan padang savana dan pemandangan dari puncak bukit Pulau Bangka
Kami mengabadikan keindahan padang savana dan pemandangan dari puncak bukit Pulau Bangka (Dokumentasi Yudith S Rondonuwu)
Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved