RENUNGAN

Menjadi Berkat oleh Anugerah-Nya

Alkitab mencatat, "Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor

Editor: Aswin_Lumintang
Superbook
Cara mengajarkan anak firman Tuhan 

Bacaan Alkitab: Roma 4:1-25

"Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham,..." (Roma 4:16a)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alkitab mencatat, "Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain." (Yosua 24:2). Melalui ayat ini jelas dinyatakan bahwa Terah, ayah Abraham, adalah penyembah berhala. Ini menunjukkan bahwa pada awalnya Abraham bukanlah orang percaya. Seperti orang-orang sezamannya, ia adalah penyembah berhala yang memuja berhala di Ur-Kasdim. Namun dalam Kejadian 12:1 Tuhan mengatakan padanya, "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;"  Inilah awal Abraham menjadi orang percaya.

Baca juga: Pengamat Politik Sebut Isu Pengangkatan Sekprov Dari BMR Tergantung Penilaian Masyarakat

Baca juga: Diduga Terlibat Politik Praktis, ASN Asal Kotamobagu Dilaporkan ke Bawaslu Bolsel

Tuhan menyatakan diri-Nya secara pribadi kepada Abraham karena Dia memiliki rencana besar atas kehidupan Abraham, hendak menjadikannya bapa bagi bangsa-bangsa. Hidup Abraham dipakai Tuhan bukan karena ia orang benar, tetapi karena anugerah-Nya semata. 

"Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri,..." (2 Timotius 1:9). Abraham merespons panggilan Tuhan ini dengan ketaatan. Ketika diperintahkan pergi ke suatu negeri yang belum diketahuinya, dengan konsekuensi harus meninggalkan sanak keluarga dan tanah leluhurnya, Abraham taat. Ini bukanlah perkara mudah, apalagi perintah itu ia terima dari Tuhan yang baru saja dikenalnya. Namun respons Abraham telah menghasilkan keselamatan bagi seluruh umat manusia, di mana melalui keturunan Abraham inilah Allah menggenapi janji-Nya dengan mengutus Yesus Kristus datang ke dunia.

Prinsip pemilihan Tuhan terhadap Abraham sama dengan prinsip Tuhan memilih kita. Kita yang sebelumnya adalah orang-orang berdosa, ditebus melalui darah Kristus yang kudus sehingga kita menjadi orang-orang yang dibenarkan, lalu diangkat sebagai anak-anak-Nya, artinya kita juga ahli waris Kerajaan Allah.

Adakah kita memiliki ketaatan seperti Abraham? Berani mengambil keputusan untuk mengikuti dan melayani Tuhan dengan segenap hati serta rela meninggalkan segala kenyamanan yang ada selama ini?

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved